Sebagai perbandingan, buah-buahan seperti beri-berian (stroberi, blueberry, raspberry), apel, pir, jeruk, dan kiwi umumnya memiliki kandungan gula yang lebih rendah.
Ini bukan berarti Anda harus menghindari buah-buahan dengan kandungan gula yang lebih tinggi sama sekali.
Anda tetap bisa menikmatinya dalam porsi yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang Anda.
Namun, jika Anda sedang membatasi asupan gula atau kalori, mungkin lebih bijak untuk lebih sering memilih buah-buahan dengan kandungan gula yang lebih rendah sebagai pilihan utama Anda.
Ingatlah bahwa kunci utama dalam menjaga berat badan yang sehat adalah keseimbangan total asupan kalori dan pengeluaran kalori.
Jika Anda mengonsumsi buah-buahan dengan kandungan gula tinggi dalam jumlah yang berlebihan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, maka kelebihan kalori tersebut berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.
2. Indeks Glikemik (IG) yang Lebih Tinggi pada Buah Tertentu Dapat Memicu Lonjakan Gula Darah
Alasan kedua mengapa beberapa jenis buah bisa berkontribusi pada kenaikan berat badan adalah karena indeks glikemiknya (IG) yang lebih tinggi.
Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.
Buah-buahan dengan IG tinggi akan dicerna dan diserap dengan cepat, menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang diikuti oleh penurunan yang cepat pula.
Penurunan kadar gula darah yang drastis ini dapat memicu rasa lapar kembali lebih cepat, yang pada akhirnya dapat menyebabkan Anda makan lebih banyak secara keseluruhan dan berpotensi menambah berat badan.
Beberapa contoh buah yang memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi antara lain adalah semangka dan nanas.
Meskipun buah-buahan ini juga mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat, efeknya terhadap kadar gula darah perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah dengan gula darah atau sedang berusaha mengontrol berat badan.
Sebagai perbandingan, buah-buahan dengan IG rendah cenderung melepaskan gula secara perlahan ke dalam aliran darah, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama.
Penting untuk diingat bahwa IG suatu makanan juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti tingkat kematangan buah dan apakah buah tersebut dikonsumsi bersama makanan lain yang mengandung serat, protein, atau lemak.