Namun, karena gula tidak dapat digunakan secara efektif, tubuh mulai memecah lemak dan otot untuk mendapatkan energi, yang menyebabkan penurunan berat badan.
Jika kamu melihat anakmu makan dalam jumlah yang banyak namun tetap merasa lapar atau bahkan berat badannya menurun tanpa alasan yang jelas, ini bisa menjadi tanda peringatan diabetes tipe 2.
4. Mudah Lelah dan Lemas
Kelelahan dan lemas yang berlebihan juga merupakan gejala umum diabetes tipe 2 pada anak-anak.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pada diabetes, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa (gula) sebagai sumber energi utama secara efektif.
Akibatnya, meskipun kadar gula darah tinggi, sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup, sehingga anak merasa mudah lelah dan lemas meskipun tidak melakukan aktivitas yang berat.
Anak mungkin terlihat lebih sering mengeluh capek, kurang bersemangat untuk bermain atau beraktivitas, dan lebih banyak tidur dari biasanya.
Jika kamu melihat perubahan signifikan pada tingkat energi anakmu dan ia sering merasa lemas tanpa alasan yang jelas, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
5. Penglihatan Kabur
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi lensa mata, menyebabkan pembengkakan dan perubahan bentuk lensa.
Hal ini dapat mengakibatkan penglihatan menjadi kabur atau tidak fokus.
Anak mungkin mengeluh sulit melihat jelas, terutama saat membaca atau melihat benda dari jarak jauh.
Penglihatan kabur biasanya akan membaik setelah kadar gula darah kembali normal, namun jika dibiarkan terus-menerus, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari anak.
Jika anakmu tiba-tiba mengeluh penglihatannya kabur, terutama jika disertai dengan gejala lain diabetes, segera konsultasikan dengan dokter mata dan dokter anak.
6. Infeksi Jamur atau Bakteri yang Berulang atau Sulit Sembuh