Mengenal Diabetes Tipe 2 pada Anak: Gejala dan Tanda Awal yang Perlu Diketahui

photo author
- Minggu, 22 Juni 2025 | 06:15 WIB
Mengenal Diabetes Tipe 2 pada Anak: Gejala dan Tanda Awal yang Perlu Diketahui (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
Mengenal Diabetes Tipe 2 pada Anak: Gejala dan Tanda Awal yang Perlu Diketahui (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Pada anak dengan diabetes, volume urine biasanya lebih banyak dari biasanya.

Meskipun sering buang air kecil bisa disebabkan oleh banyak faktor lain, seperti terlalu banyak minum sebelum tidur, namun jika disertai dengan gejala lain yang akan kita bahas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

2. Merasa Sangat Haus (Polidipsia) dan Banyak Minum

Karena sering buang air kecil, tubuh anak akan kehilangan banyak cairan.

Hal ini akan memicu rasa haus yang berlebihan, atau yang disebut polidipsia.

Anak mungkin akan terus-menerus meminta minum, bahkan setelah minum dalam jumlah yang banyak.

Mereka mungkin juga terlihat lebih sering membawa botol minum ke mana-mana dan menghabiskannya dengan cepat.

Jika kamu melihat anakmu menjadi sangat haus dan minum lebih banyak dari biasanya, ini bisa menjadi tanda bahwa kadar gula darahnya tinggi.

Tubuh berusaha untuk mengencerkan kelebihan gula dalam darah dengan cara meningkatkan rasa haus dan mendorong anak untuk minum lebih banyak air.

Perlu diingat bahwa peningkatan rasa haus juga bisa disebabkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan atau cuaca yang panas, namun jika terjadi tanpa alasan yang jelas dan disertai dengan gejala lain, perlu dipertimbangkan kemungkinan adanya masalah kesehatan seperti diabetes.

3. Cepat Merasa Lapar (Polifagia) dan Banyak Makan, Namun Berat Badan Menurun

Gejala lain yang mungkin muncul pada anak dengan diabetes tipe 2 adalah peningkatan rasa lapar yang ekstrem, atau polifagia.

Meskipun anak makan lebih banyak dari biasanya, mereka mungkin tetap merasa lapar dan bahkan mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Paradoks ini terjadi karena meskipun kadar gula darah tinggi, gula tersebut tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh untuk dijadikan energi akibat resistensi insulin.

Akibatnya, tubuh merasa kekurangan energi dan mengirimkan sinyal lapar, sehingga anak makan lebih banyak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X