Variasikan cara memasak, bisa direbus, dikukus, dipanggang, atau ditumis, agar tidak membosankan.
Untuk produk susu, selain diminum langsung, susu juga bisa diolah menjadi puding, es krim, atau ditambahkan ke dalam sereal.
Yogurt bisa disajikan dengan potongan buah-buahan segar atau dijadikan bahan dasar smoothie yang lezat dan menyehatkan.
Keju bisa diparut di atas nasi, pasta, atau roti bakar.
Kacang-kacangan dan biji-bijian bisa ditambahkan ke dalam kue, roti, atau dijadikan taburan pada salad atau oatmeal.
Selai kacang bisa dioleskan pada roti atau dijadikan cocolan buah.
Untuk buah dan sayuran, sajikan dengan warna-warni yang menarik.
Buatlah salad buah, sate buah, atau jus buah segar.
Sayuran bisa dipotong kecil-kecil dan ditumis dengan bumbu yang lezat, dikukus, atau dipanggang.
Libatkan anak-anak dalam proses menyiapkan makanan, misalnya memotong buah atau mencuci sayuran (tentunya dengan pengawasan orang dewasa).
Hal ini bisa meningkatkan rasa ingin tahu dan ketertarikan mereka terhadap makanan sehat.
Dengan menyajikan makanan sehat untuk keluarga secara kreatif dan menarik, kita bisa meningkatkan nafsu makan dan memastikan semua anggota keluarga mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk pencegahan stunting.
3. Libatkan Seluruh Keluarga dalam Memilih dan Menikmati Makanan Sehat
Tips ketiga yang tidak kalah penting adalah melibatkan seluruh anggota keluarga dalam proses memilih dan menikmati makanan sehat.
Ajak anak-anak untuk berbelanja bersama dan biarkan mereka memilih buah atau sayuran yang mereka sukai.