Untuk balita di atas satu tahun, Ayah dan Bunda bisa memberikan susu sapi murni, susu formula khusus balita (jika ada indikasi medis), atau produk olahan susu seperti yogurt dan keju.
Pilihlah yogurt tanpa tambahan gula atau dengan kandungan gula yang rendah.
Keju juga bisa menjadi camilan sehat atau ditambahkan ke dalam masakan.
Pastikan produk susu yang diberikan sesuai dengan usia dan kebutuhan si kecil.
Penting untuk diingat bahwa gizi anak yang optimal harus mencakup asupan kalsium dan vitamin D yang cukup.
3. Kacang-kacangan dan Biji-bijian: Sumber Energi dan Serat yang Kaya Nutrisi
Makanan sehat ketiga yang seringkali terlupakan adalah kacang-kacangan dan biji-bijian.
Meskipun ukurannya kecil, kacang-kacangan dan biji-bijian menyimpan segudang nutrisi penting untuk balita.
Keduanya merupakan sumber energi yang baik karena mengandung karbohidrat kompleks dan lemak sehat.
Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian juga kaya akan serat, protein nabati, vitamin, dan mineral seperti zat besi dan zinc.
Beberapa contoh kacang-kacangan dan biji-bijian yang bisa diberikan kepada balita antara lain kacang tanah (dalam bentuk selai yang lembut untuk menghindari risiko tersedak), kacang almond, kacang mete, biji chia, dan biji labu.
Ayah dan Bunda bisa menambahkan selai kacang ke roti, mencampurkan kacang-kacangan yang sudah dihaluskan ke dalam bubur atau oatmeal, atau memberikan biji-bijian sebagai camilan sehat.
Dengan memberikan kacang-kacangan dan biji-bijian, kita turut mendukung pencegahan stunting melalui asupan nutrisi yang beragam.
4. Buah dan Sayuran Berwarna: Sumber Vitamin dan Mineral untuk Kekebalan Tubuh
Makanan sehat keempat yang tidak boleh dilupakan adalah buah dan sayuran berwarna.