Reaksi balita terhadap rasa takut dan cemas bisa bermacam-macam.
Ada yang menjadi lebih pendiam, ada yang menangis, merengek, atau bahkan tantrum.
Sebagai orang tua, penting untuk tetap tenang dan mengelola emosi diri sendiri agar bisa memberikan dukungan penuh kepada si kecil.
Jangan pernah memarahi atau meremehkan rasa takut yang dirasakan oleh anakmu.
Sebaliknya, akui dan validasi perasaan mereka.
Katakan bahwa kamu mengerti mereka merasa takut atau tidak nyaman, dan itu adalah hal yang wajar.
Berikan pelukan dan sentuhan fisik yang menenangkan.
Katakan bahwa kamu ada di sana untuk melindungi mereka dan semuanya akan baik-baik saja.
Cobalah untuk memahami penyebab rasa takut si kecil.
Apakah mereka takut dengan suara bising mesin, sensasi gerakan pesawat, atau karena mereka merasa asing dengan lingkungan kabin?
Setelah memahami penyebabnya, kamu bisa memberikan penjelasan yang lebih spesifik dan meyakinkan.
Misalnya, jika mereka takut dengan suara mesin, kamu bisa mengatakan bahwa itu adalah suara yang normal dan pesawat memang mengeluarkan suara seperti itu saat terbang.
Jika mereka takut saat lepas landas, jelaskan bahwa itu seperti naik roller coaster yang akan membawa kita terbang tinggi.
Tetaplah bersikap positif dan tunjukkan bahwa kamu juga menikmati perjalanan ini.
Balita sangat peka terhadap emosi orang tuanya.