Karena pankreas pada penderita diabetes tipe 1 tidak bisa memproduksi insulin sama sekali atau produksinya sangat minim, mereka membutuhkan suntikan insulin setiap hari untuk bertahan hidup.
Insulin harus diberikan dari luar tubuh karena tidak bisa dikonsumsi dalam bentuk pil.
Penderita diabetes tipe 1 akan membutuhkan terapi insulin seumur hidup mereka.
Sementara itu, pada diabetes tipe 2, kebutuhan insulin bisa bervariasi tergantung pada stadium penyakit dan kondisi masing-masing individu.
Pada tahap awal, banyak penderita diabetes tipe 2 yang bisa mengelola kadar gula darah mereka hanya dengan perubahan gaya hidup seperti diet sehat dan olahraga teratur.
Seiring waktu, mereka mungkin memerlukan obat-obatan oral atau suntikan non-insulin untuk membantu mengontrol gula darah.
Namun, pada beberapa kasus diabetes tipe 2 yang sudah berlangsung lama atau kadar gula darahnya sulit dikontrol, penderita mungkin juga memerlukan terapi insulin.
4. Berat Badan: Cenderung Kurus vs. Seringkali Kelebihan Berat Badan atau Obesitas
Secara umum, orang dengan diabetes tipe 1 cenderung memiliki berat badan normal atau bahkan kurus saat terdiagnosis.
Ini karena tubuh mereka tidak bisa menggunakan glukosa sebagai energi secara efektif, sehingga mereka bisa mengalami penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
Sedangkan pada diabetes tipe 2, sebagian besar penderita memiliki berat badan berlebih atau obesitas saat terdiagnosis.
Kelebihan berat badan, terutama lemak perut, seringkali dikaitkan dengan resistensi insulin yang merupakan penyebab utama diabetes tipe 2.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang dengan diabetes tipe 2 memiliki berat badan berlebih, dan tidak semua orang dengan berat badan berlebih akan mengembangkan diabetes tipe 2.
5. Kecepatan Perkembangan Gejala: Cepat dan Mendadak vs. Bertahap dan Lambat
Gejala diabetes tipe 1 biasanya berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu atau bahkan hari.