2. Stroke: Ancaman Serius Bagi Otak Akibat Kolesterol Tinggi
Bahaya kedua dari gejala kolesterol tinggi yang sering disepelekan adalah stroke.
Stroke ini adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, bisa karena pembuluh darah tersumbat atau pecah.
Kolesterol tinggi punya peran besar dalam terjadinya stroke, terutama stroke iskemik (stroke yang disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah).
Prosesnya mirip dengan penyakit jantung koroner.
Plak kolesterol yang terbentuk di pembuluh darah arteri nggak cuma terjadi di jantung, tapi juga bisa terjadi di pembuluh darah yang menuju ke otak (arteri karotis).
Kalau plak ini pecah atau menyumbat pembuluh darah di otak, aliran darah ke otak jadi terhenti.
Akibatnya, sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi, dan dalam hitungan menit saja, sel-sel otak bisa mulai rusak dan mati.
Stroke bisa menyebabkan kerusakan otak permanen dan berbagai macam kecacatan, bahkan kematian.
Gejala stroke juga seringkali muncul tiba-tiba dan perlu segera ditangani.
Namun, ada juga gejala awal stroke yang lebih ringan dan seringkali diabaikan, misalnya:
-
Wajah Mencong atau Asimetris: Salah satu sisi wajah tampak droopy atau terkulai, senyum jadi tidak simetris. Tapi, kadang orang mengira ini cuma Bell's Palsy atau masalah saraf wajah biasa.
-
Lengan atau Kaki Lemah Sebelah: Tiba-tiba lengan atau kaki terasa lemas atau sulit digerakkan pada satu sisi tubuh. Seringkali dianggap cuma kesemutan biasa atau salah posisi tidur.
-
Bicara Cadel atau Sulit Mengerti Ucapan: Tiba-tiba bicara jadi pelo atau cadel, atau sulit memahami perkataan orang lain. Seringkali dikira cuma lidah keseleo atau lagi linglung aja.
-
Gangguan Penglihatan: Penglihatan kabur mendadak pada satu atau kedua mata, atau pandangan ganda. Seringkali diabaikan sebagai mata lelah atau efek kurang tidur.