KLIK SAJA - Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan, di mana umat Muslim berlomba-lomba dalam kebaikan.
Salah satu tradisi yang sangat terasa di bulan ini adalah kebiasaan berbagi makanan atau takjil, terutama saat berbuka puasa.
Mulai dari masjid, komunitas, hingga individu, banyak yang menyediakan takjil gratis atau mengundang orang lain untuk berbuka bersama.
Baca Juga: Memaknai Hadis Populer Harumnya Bau Mulut Orang Berpuasa, Apa Sewangi Itu?
Namun ternyata, kebiasaan ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga memiliki landasan fiqh yang kuat dalam Islam.
Mendapat Pahala Seperti Orang yang Berpuasa
Salah satu alasan utama orang berlomba-lomba berbagi makanan di bulan Ramadan adalah karena keutamaan yang besar dalam memberikan bukaan (ifthar) kepada orang yang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الصَّائِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ
"Barangsiapa memberi bukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut."
(HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa memberi takjil berbuka kepada orang yang berpuasa adalah amalan yang sangat mulia.
Pahala yang diberikan kepada orang yang memberi makanan berbuka sama dengan pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.
Inilah yang menjadi motivasi besar bagi umat Muslim untuk berbagi makanan, terutama saat bulan Ramadan.
Maka tak heran pada sore hari saat bulan Ramadan, banyak orang yang saling berbagi takjil.
Sedekah yang Paling Mulia adalah di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak sedekah. Rasulullah SAW pernah ditanya tentang sedekah yang paling mulia, dan beliau menjawab: