Perbedaan jumlah rakaat shalat Tarawih dan Witir sebenarnya adalah perbedaan dalam hal furu'iyyah (cabang), bukan ushul (pokok).
Kedua pola tersebut memiliki dasar yang kuat dalam sunnah dan praktik para sahabat.
Maka dari itu, sebagai umat Muslim, kita tidak perlu meributkan perbedaan ini.
Baik pola 11 rakaat maupun 23 rakaat memiliki dalil dan praktik yang sahih dari Rasulullah SAW dan para sahabat.
Baca Juga: 4 Tips Agar Tidak Mengantuk Saat Shalat Tarawih di Bulan Ramadan
Perbedaan ini adalah bentuk khilafiyah (perbedaan pendapat) yang wajar dalam Islam.
Perbedaan dalam ibadah sunnah seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan. Justru, kita harus saling menghormati dan menjaga persatuan umat Islam.
Hal yang terpenting dalam ibadah adalah keikhlasan dan kekhusyukan, bukan jumlah rakaat. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim).***