Kondisi ini juga sering disebut sebagai kematian jantung mendadak.
Henti jantung dan serangan jantung merupakan dua kondisi yang berbeda.
Serangan jantung terjadi akibat adanya masalah dalam sistem sirkulasi tubuh yang menghambat aliran darah menuju jantung.
Sedangkan henti jantung adalah berubahnya pola detak jantung menjadi tidak teratur dan jika terlambat dalam penanganan bisa menyebabkan henti jantung yang berujung pada kematian.
Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Rasa Cemburu dan Kepercayaan Pasangan
Gejala Henti Jantung
Tanda-tanda awal dari henti jantung ini dapat berfungsi sebagai sinyal peringatan yang penting untuk segera mencari pertolongan medis, antara lain:
- Merasakan pusing secara tiba-tiba
- Mengalami sesak napas
- Merasa lelah disertai muntah
- Detak jantung yang terasa berdebar-debar secara mendadak
- Mengalami nyeri di area dada
- Kesulitan bernapas yang muncul tiba-tiba
- Penurunan kesadaran hingga kehilangan kesadaran (pingsan)
Penyebab Henti Jantung di Usia Muda
Ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab henti jantung di usia muda.
1. Kardiomiopati hipertrofik
Ini biasanya karena bawaan atau turunan yang biasanya luput dari diagnosis.
Kardiomiopati hipertrofik juga menjadi penyebab henti jantung paling sering pada orang-orang di usia muda.
Biasanya terjadi karena sel otot ruang bawah jantung menebal sehingga membuat irama jantung menjadi tidak normal, paling sering saat berolahraga.
2. Kelainan arteri koroner