Kim Sae-ron Meninggal Dunia di Usia 24 Tahun, Kenali Gejala Henti Jantung atau Cardiac Arrest

photo author
- Senin, 17 Februari 2025 | 19:10 WIB
Kim Sae-ron Meninggal Dunia di Usia 24 Tahun, Kenali Gejala Henti Jantung atau Cardiac Arrest (Aktris Kim Sae-ron ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Minggu, 16 Februari 2025. (Instagram/ronn_sae))
Kim Sae-ron Meninggal Dunia di Usia 24 Tahun, Kenali Gejala Henti Jantung atau Cardiac Arrest (Aktris Kim Sae-ron ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Minggu, 16 Februari 2025. (Instagram/ronn_sae))

Kondisi ini juga sering disebut sebagai kematian jantung mendadak.

Henti jantung dan serangan jantung merupakan dua kondisi yang berbeda.

Serangan jantung terjadi akibat adanya masalah dalam sistem sirkulasi tubuh yang menghambat aliran darah menuju jantung.

Sedangkan henti jantung adalah berubahnya pola detak jantung menjadi tidak teratur dan jika terlambat dalam penanganan bisa menyebabkan henti jantung yang berujung pada kematian.

Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Rasa Cemburu dan Kepercayaan Pasangan

Gejala Henti Jantung

Tanda-tanda awal dari henti jantung ini dapat berfungsi sebagai sinyal peringatan yang penting untuk segera mencari pertolongan medis, antara lain:

  • Merasakan pusing secara tiba-tiba
  • Mengalami sesak napas
  • Merasa lelah disertai muntah
  • Detak jantung yang terasa berdebar-debar secara mendadak
  • Mengalami nyeri di area dada
  • Kesulitan bernapas yang muncul tiba-tiba
  • Penurunan kesadaran hingga kehilangan kesadaran (pingsan)

Baca Juga: Baru! Inilah Jadwal Imsakiyah untuk Kota Subulussalam Tahun 2025 Lengkap dengan Doa Niat Puasa dan Berbuka Puasa Ramadhan

Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab henti jantung di usia muda.

1. Kardiomiopati hipertrofik

Ini biasanya karena bawaan atau turunan yang biasanya luput dari diagnosis.

Kardiomiopati hipertrofik juga menjadi penyebab henti jantung paling sering pada orang-orang di usia muda.

Biasanya terjadi karena sel otot ruang bawah jantung menebal sehingga membuat irama jantung menjadi tidak normal, paling sering saat berolahraga.

2. Kelainan arteri koroner

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: Halo Doc

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X