Kalau deadline-nya sudah dekat dan ada konsekuensi besar jika tidak diselesaikan tepat waktu, maka tugas tersebut perlu mendapat prioritas lebih.
Dengan cara ini, kamu bisa menyusun urutan kerja yang jelas, dan tentu saja, meminimalkan stres karena terjebak dalam tumpukan pekerjaan.
2. Evaluasi Dampak dari Tugas yang Dikerjakan
Selain melihat deadline, kamu juga perlu mempertimbangkan dampak dari tugas yang harus dikerjakan.
Tugas yang memiliki dampak lebih besar terhadap karier atau penghasilan kamu tentunya harus menjadi prioritas utama.
Misalnya, pekerjaan utama kamu mungkin berhubungan dengan proyek besar yang akan menentukan evaluasi kinerja tahunan.
Tentu saja, kamu perlu menyelesaikannya dengan kualitas terbaik, bukan?
Namun, freelance juga bisa memiliki dampak besar, terutama jika pekerjaan itu berpotensi untuk mendatangkan klien baru atau peluang besar lainnya.
Jadi, cobalah untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap tugas.
Kalau pekerjaan utama atau freelance tersebut memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan karier, penghasilan, atau tujuan jangka panjang kamu, pastikan untuk memberi prioritas lebih.
Tentu saja, kamu juga harus mencari keseimbangan agar nggak mengabaikan satu sisi sama sekali.
3. Menilai Sumber Daya yang Tersedia
Cara lain untuk menentukan prioritas adalah dengan menilai sumber daya yang kamu miliki, baik itu waktu, energi, atau bantuan orang lain.
Misalnya, kalau kamu merasa sudah kehabisan energi atau waktu untuk mengerjakan tugas-tugas besar, mungkin sudah saatnya untuk delegasi atau mencari cara untuk mempermudah pekerjaan.
Kalau pekerjaan utama kamu memungkinkan adanya tim atau rekan kerja yang bisa membantu, coba manfaatkan dukungan mereka untuk menyelesaikan tugas lebih cepat.