Jika pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, itu tandanya kamu perlu mengevaluasi pengeluaran dan mencari cara untuk mengurangi biaya.
Sebaliknya, kalau pengeluaran masih bisa lebih kecil dari pendapatan, kamu bisa menambah jumlah tabungan atau investasi untuk mencapai tujuan keuangan yang sudah kamu tentukan.
Membuat anggaran yang jelas akan membantu kamu mengetahui seberapa banyak uang yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan dan tujuan.
Jadi, jangan ragu untuk mulai mencatat pendapatan dan pengeluaran kamu, ya!
Baca Juga: 3 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Saat Berkenalan dengan Orang Baru
3. Menyisihkan Dana Darurat dan Tabungan
Langkah terakhir dalam mengelola anggaran pribadi adalah menyisihkan dana darurat dan tabungan.
Dana darurat ini penting banget, loh!
Kadang, kita nggak tahu kapan akan ada kejadian tak terduga, seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kecelakaan.
Dana darurat ini berfungsi untuk membantu kamu menghadapi situasi tersebut tanpa harus mengganggu anggaran bulanan atau mengambil utang.
Baca Juga: 3 Tips Menghindari Topik Sensitif Saat Berkenalan
Sebagian besar ahli keuangan menyarankan agar dana darurat ini mencakup setidaknya 3 hingga 6 bulan pengeluaran.
Misalnya, kalau pengeluaran kamu tiap bulan sekitar Rp 5 juta, maka dana darurat yang ideal adalah antara Rp 15 juta sampai Rp 30 juta.
Dana darurat bisa disimpan di rekening tabungan terpisah yang mudah diakses, tetapi jangan dipakai untuk hal-hal yang tidak mendesak.
Setelah dana darurat tercukupi, kamu bisa mulai menyisihkan uang untuk tabungan atau investasi.
Tabungan ini bisa digunakan untuk tujuan jangka panjang, seperti liburan, membeli rumah, atau pensiun.