Kita harus membuat sistem pertahanan diri agar kita terhindar dari rasa takut itu sendiri.
Sebagai contoh anda phobia ruangan gelap, sementara tempat kerja anda dirasakan kurang terang, dan tak merasa nyaman dengan hal itu serta berdampak pada produktifitas kerja.
Maka anda bisa dengan berani berujar kepada rekan kerja lainnya untuk mengatur ulang penerangan di tempat kerja untuk lebih terang, itu adalah contoh untuk atasi rasa takut.
Berbeda hal untuk atasi rasa cemas, lebih kompleks dan lebih rumit.
Pertama, jangan menghukum diri sendiri karena merasa cemas; cobalah untuk tidak merasa buruk ketika dalam kondisi tak baik.
Di masa yang tidak pasti, mengalami semacam kecemasan tentang masa depan mungkin tidak sepenuhnya dapat dihindari.
Solusi terbaik adalah berbagi perasaan dengan orang yang bisa dipercaya, mereka akan menguatkanmu, memberikan saran positif dan membangun.
Jika kita sering bertemu orang-orang beraura positif, seperti tokoh agama, tetua bijak atau sahabat baik, maka kelak rasa cemas itu akan berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi kepercayaan diri.***