KLIK SAJA - Tahun baru, menjadi diri yang baru , begitu kata sebagian orang setiap kali pergantian tahun.
Namun tidak semua orang memandang datangnya tahun baru dengan kegembiraan atau antusias.
Justru bagi banyak orang, masa depan tampaknya tidak begitu stabil dan penuh kecemasan.
Tidak ada yang menyukai perasaan ini, takut akan masa depan terasa mengerikan, tidak seperti rasa sakit fisik yang nyata.
Bahkan, menurut peneliti Giles Story, mayoritas orang lebih suka merasakan sakit yang lebih parah saat itu juga daripada dipaksa menunggu untuk merasakan sakit yang lebih ringan di kemudian hari.
Baca Juga: Perhatikan!, 6 Bahaya Jika Kita Terlalu Memendam Perasaan
Namun, tidak semua kekhawatiran tentang masa depan itu sama.
Terkadang, kita mungkin memikirkan kejadian tidak menyenangkan yang kita tahu akan terjadi, serta juga memikirkan sesuatu buruk yang mungkin terjadi.
Ada perbedaan yang cukup besar di sini yaitu, antara rasa takut dan kecemasan.
Untuk membedakannya cukup mudah, jika kita memasuki hutan belantara yang berisi hewan buas, sudah jelas rasa takut adalah jika menemui hewan buas, kemudian rasa cemas, apakah kita bisa keluar dari hutan belantara tersebut.
Maka dengan analogi tersebut kita paling tidak bisa mengelola rasa takut dan rasa cemas ketika menghadapi masalah di masa depan.
Baca Juga: Kepo Tak Selalu Buruk, Ini 4 Manfaat Dari Sifat Rasa Ingin Tahu
Untuk mengatasi rasa takut tanyakan pada diri sendiri dari mana asalnya.
Rasa takut biasanya muncul dari proses jangka panjang, untuk menghadapinya sudah jelas harus berusaha menghindarinya.