KLIK SAJA – Seringkali kita temukan pada sosial media, banyak akun yang dalam sehari bisa memposting lebih hingga puluhan kali tentang kegiatan kesehariannya.
Atau juga kerap kita melihat lingkungan sekitar, ada pribadi yang selalu menonjolkan diri ketimbang yang lainnya.
Perilaku ini sering kita definisikan sebagai tindakan narsis atau narsisme, dan pelakunya disebut narsisis.
Sebagai manusia, kita kerap menggunakan beberapa alat umum dalam upaya memahami perilaku aneh orang lain.
Baca Juga: Memahami Konsep ‘Harga Diri’ Dalam Membentuk Karakter Manusia
Pada kasus orang narsisis, kita cenderung memproyeksikan sistem nilai kita sendiri kepada mereka dan membayangkan bahwa motif mereka akan serupa dengan motif kita jika kita melakukan apa yang mereka lakukan.
Hingga akhirnya kita kerap mispersepsi tentang perilaku narsis ini.
Berikut 3 mitos tentang perilaku narsis yang ternyata salah kaprah kita pahami yang dilansir dari Psychology Today.
Mitos 1: Semua narsisis sangat percaya diri.
Realitanya adalah bahwa apa yang tampak sebagai kemegahan dan kepercayaan diri narsistik adalah kedok pertahanan diri yang rentan.
Perilaku narsis di sosial media merupakan usaha untuk memberi kesan pada orang lain, menstabilkan harga diri mereka yang naik turun.
Upaya ini adalah usaha untuk mengelola keraguan diri, dan mencegah perasaan malu dan benci pada diri sendiri.
Mitos 2 : Semua narsisis adalah manipulator ulung.
Banyak yang beranggapan para pelaku narsistik adalah para manipulator ulung untuk meraih kepercayaan demi ambisinya.