lifestyle

Memahami Konsep ‘Harga Diri’ Dalam Membentuk Karakter Manusia

Selasa, 3 Desember 2024 | 10:30 WIB
Ilustrasi membangun harga diri (pixabay)

KLIK SAJA - Apakah itu harga diri? Apakah harga diri berhubungan dengan cara kita menilai diri sendiri, atau berdasarkan pada cara orang lain memandang diri kita?

Ada banyak teori tentang harga diri dalam ilmu psikologi, serta kritik terhadap konsep itu sendiri. Meskipun teori-teori ini sering kali berbeda dalam beberapa hal, semuanya memiliki gagasan yang sama: dengan satu atau lain cara, harga diri kita bergantung pada konteks dan hubungan sosial kita.

Banyak kita sering salah sangka bahwa harga diri terbentuk dari apa yang kita punya, dan kita terjebak pada nilai-nilai yang sifatnya normatif, bukan pada nilai lebih yang tidak dimiliki orang lain.

Baca Juga: 7 Langkah Dalam Memupuk Kesehatan Mental, Solusi Hadapi Keruwetan Dunia

Singkatnya, dalam artikel ini dijelaskan  bahwa harga diri kita sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: a) persepsi kita tentang bagaimana orang lain memandang kita, dan b) sejauh mana kita bergantung pada persepsi ini.

Gagasan ini bukanlah hal baru.

Gagasan ini muncul setidaknya pada tahun 1902, ketika Charles Cooley, seorang sosiolog Amerika terkemuka, memperkenalkan konsep bahwa persepsi diri kita dibentuk oleh pemahaman kita tentang bagaimana orang lain memandang kita (Cooley, 1902).

Dikenal sebagai penjelasan relasional atau interpersonal tentang harga diri, konsep ini didukung oleh penelitian di berbagai bidang psikologi.

Adalah Teori Sosiokultural yang dikemukanan Lev Vygotsky (Vygotsky, 1978) layak kita cermati.

Teorinya mengklaim bahwa perkembangan manusia dimulai pada tingkat sosial (antarindividu) sebelum diinternalisasi pada tingkat personal (di dalam individu).

 Proses ini, yang dikenal sebagai internalisasi , dapat dicontohkan oleh seorang ibu yang sering mengatakan kepada putranya bahwa ia adalah anak yang baik, yang menyebabkannya menginternalisasi hal ini sebagai "Saya anak yang baik."

Dalam skala yang lebih besar, pertimbangkan bagaimana seseorang sejak kecil (yang tidak tahu apa-apa tentang siapa mereka) mengembangkan konsep diri mereka melalui interaksi, opini, dan harapan dari orang lain.

Baca Juga: Tips Agar Tidak Sia-siakan Waktu, Fokus Pada Tujuan Hidup

Dengan menggunakan teknologi fMRI pada tahun 2024, para peneliti dari University of Oregon, yang dipimpin oleh Moriah Stendel melakukan penelitian tentang persepsi otak terhadap harga diri.

Halaman:

Tags

Terkini