Getaran yang terserap mengurangi tekanan pada rel dan bantalan.
Komponen jalur menjadi lebih awet karena tidak menerima benturan secara langsung.
Penumpang juga dapat merasakan perjalanan yang lebih nyaman.
Fungsi ini sangat penting pada jalur dengan frekuensi perjalanan tinggi.
3. Membantu sistem drainase di sekitar rel
Celah di antara batu ballast memudahkan air hujan mengalir ke bawah.
Baca Juga: 5 Keuntungan Naik Transportasi Umum ke Stadion Piala Dunia, Hindari Macet dan Biaya Parkir Mahal
Air tidak mudah menggenang di sekitar rel. Tanah dasar tetap lebih kering dan kuat menopang jalur.
Risiko rel amblas akibat tanah yang lembek dapat dikurangi.
Sistem drainase yang baik juga memperpanjang umur jalur kereta.
Oleh karena itu, ballast dipilih dari batu pecah yang tidak mudah menyerap air.
4. Mencegah tumbuhnya rumput dan tanaman liar
Lapisan ballast membuat tanaman lebih sulit tumbuh di sekitar rel.
Akar tanaman tidak mudah merusak struktur jalur.
Jalur rel menjadi lebih mudah dipantau oleh petugas.
Perawatan lintasan menjadi lebih efisien.
Risiko gangguan perjalanan akibat vegetasi dapat diminimalkan. Kebersihan jalur juga lebih terjaga.
Artikel Terkait
Kabar Kalbar! Cek Jadwal dan Tiket Kapal KM Dharma Rucitra 9 Rute Pontianak – Semarang PP Periode 1 – 10 Agustus 2026
Kabar Kalteng! Cek Jadwal dan Tiket KM Dharma Ferry 6 Rute Sampit – Surabaya PP Periode 4 – 14 Agustus 2026
Cek Disini! Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda Periode 2 – 5 Agustus 2026 Rute Bitung – Palu – Balikpapan – Surabaya
Info Pelni! Catat Jadwal Kapal KM Dobonsolo Periode 1 – 18 Agustus 2026 Rute Jakarta – Surabaya – Makassar – Sorong – Manokwari – Biak – Jayapura
Kabar Pelni! Cek Disini Jadwal Kapal KM Bukit Raya Periode 1 – 5 Agustus 2026 Rute Natuna – Tarempa – Letung – Kijang – Belinyu – Jakarta