Dopamine bekerja dengan cara yang serupa dengan zat adiktif seperti nikotin dan kokain—memberi rasa puas yang kuat, lalu menciptakan dorongan untuk terus mengulanginya.
Bedanya, game masih memberi ruang bagi pemain untuk mengatur waktu dan menyaring persepsi, sementara narkotika bekerja secara kimiawi dan destruktif tanpa syarat.
Pertanyaannya, apakah efek dopamine dari game itu berbahaya?
Jawabannya relatif. Jika bermain game dilakukan secara seimbang, ia bisa menjadi pelepas stres dan bahkan sarana belajar yang efektif.
Namun, jika bermain game mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, relasi sosial, atau kesehatan fisik dan mental, ini bisa menjadi pertanda adiksi digital.
Kuncinya adalah kesadaran diri dan pengelolaan waktu.
Bermain game seharusnya menjadi bagian dari hidup, bukan seluruh hidup itu sendiri. Jadi, nikmati sensasi dopamine saat bermain, tetapi jangan biarkan ia mengambil alih kendali atas kehidupan Anda.***