Mengenal Bahaya Brain Rot, Imbas Kecanduan Konten Absurd

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 2 Juni 2025 | 16:06 WIB
ilustrasi bahaya Brain Rot atau Pembusukan Otak (deebmedia)
ilustrasi bahaya Brain Rot atau Pembusukan Otak (deebmedia)

Tidak harus membuang smartphone. Mengurangi waktu layar, menjadwalkan waktu berselancar, dan menggunakan aplikasi pengingat produktivitas bisa menjadi langkah awal.

Aktivitas fisik seperti bersepeda, berjalan kaki, hingga berenang juga mampu menjauhkan kita dari layar sambil meningkatkan aliran darah ke otak.

Membaca buku adalah ‘penawar’ paling ampuh untuk brain rot. Penelitian membuktikan bahwa membaca dapat memperkuat area otak yang berhubungan dengan bahasa, imajinasi, serta pemahaman ide kompleks.

Begitu pula dengan meditasi dan praktik mindfulness yang meningkatkan fokus dan menekan stres.

Jangan remehkan pula kekuatan interaksi sosial secara langsung. Berdasarkan publikasi CDC, pertemuan fisik membantu membangun koneksi emosional yang lebih dalam dibanding komunikasi daring yang seringkali datar.

Dan jika semua cara gagal, tidur adalah solusi paling sederhana. Tidur cukup memungkinkan otak memproses dan menyimpan informasi dengan lebih baik, memulihkan fokus, dan memperkuat kinerja kognitif.

Dengan kesadaran dan pengelolaan waktu yang bijak, kita bisa terhindar dari bahaya brain rot dan kembali menggunakan teknologi secara sehat dan produktif.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X