Tapi ingat, jangan dibuat kaku atau seperti ujian. Lakukan dengan cara menyenangkan, seperti kuis ringan, permainan edukatif, atau membaca bersama.
Tujuannya bukan menekan, tapi membantu anak merasa siap secara mental.
- Beri Dukungan dan Dengarkan Keluhannya
Yang tak kalah penting adalah dukungan emosional dari orang tua.
Dengarkan keluhan atau kecemasan anak tentang sekolah tanpa menghakimi.
Beri mereka motivasi, semangat, dan yakinkan bahwa wajar merasa berat setelah liburan panjang.
Terkadang, pelukan hangat dan kata-kata penyemangat dari orang tua bisa membuat anak lebih tenang dan percaya diri menghadapi hari pertamanya kembali ke sekolah.
Maka dengan pendekatan yang tepat dan penuh kasih sayang, post holiday blues pada anak bisa diatasi dengan mudah.
Kunci utamanya adalah mendampingi mereka dengan sabar dan menjadikan proses kembali ke sekolah sebagai pengalaman yang menyenangkan, bukan menegangkan.***