Ketika anak mulai rewel, cobalah untuk tetap tenang dan ajak mereka berbicara dengan nada suara yang lembut.
Katakan, "Ibu/Ayah tahu kamu sedang tidak senang, tapi coba ceritakan dengan kata-kata, apa yang kamu rasakan?" atau "Apa yang bisa Ibu/Ayah bantu?".
Bantu mereka untuk mengidentifikasi dan melabeli emosi yang mereka rasakan.
Misalnya, jika mereka tampak frustrasi karena tidak bisa memasang balok dengan benar, Anda bisa mengatakan, "Kelihatannya kamu frustrasi ya karena baloknya tidak mau pas?".
Dengan memberikan label pada emosi mereka, Anda membantu mereka untuk lebih memahami diri sendiri dan belajar cara mengekspresikannya dengan lebih tepat.
Selain itu, ajarkan anak untuk menyampaikan permintaan mereka dengan jelas dan sopan.
Hindari memberikan apa yang mereka inginkan hanya karena mereka merengek.
Sebaliknya, ajarkan mereka untuk mengatakan "Tolong..." atau "Saya ingin...".
Berikan pujian dan perhatian ketika mereka berhasil menyampaikan keinginan atau perasaan mereka dengan cara yang lebih baik.
Misalnya, "Wah, bagus sekali kamu sudah bisa bilang kalau kamu lapar, Nak!".
Konsistensi dalam mengajarkan komunikasi yang efektif sangat penting.
Butuh waktu dan pengulangan agar anak terbiasa menggunakan kata-kata daripada rengekan.
Namun, dengan kesabaran dan ketekunan, Anda akan melihat perubahan positif dalam cara anak Anda berkomunikasi.
3. Menerapkan Konsekuensi yang Konsisten dan Positif
Strategi ketiga yang bisa Anda coba adalah menerapkan konsekuensi yang konsisten dan positif terhadap perilaku rewel anak.
Artikel Terkait
3 Resep Sehat Makanan Bergizi yang Menjaga Kesehatan dan Mencegah Diabetes Anak
6 Makanan yang Harus Dihindari untuk Mencegah Diabetes pada Anak
Panduan Lengkap Pola Makan Sehat untuk Anak: Mencegah Diabetes Sejak Dini
5 Dampak Konsumsi Jus Buah Terhadap Kesehatan
3 Cara Kreatif Menyajikan Buah Utuh untuk Meningkatkan Kesehatan Anda
Mitos dan Fakta: Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Jus Buah dan Buah Utuh?
4 Alasan Mengapa Anda Harus Memilih Buah Utuh daripada Jus Buah
Perbedaan Nutrisi: Mengapa Buah Utuh Lebih Baik daripada Jus Buah?
Membangun Kemandirian Emosional pada Anak: Langkah-langkah Praktis untuk Orang Tua
3 Dampak Psikologis dari Menggunakan Makanan sebagai Penghargaan untuk Anak