Sejarah dan Asal Usul Matcha: Dari Tradisi Jepang ke Meja Anda

photo author
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 10:57 WIB
Sejarah dan Asal Usul Matcha: Dari Tradisi Jepang ke Meja Anda (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
Sejarah dan Asal Usul Matcha: Dari Tradisi Jepang ke Meja Anda (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Pada periode inilah, metode pengolahan dan penyajian teh bubuk semakin disempurnakan.

Bahkan, ada sebuah buku khusus tentang teh yang ditulis oleh Kaisar Huizong dari Dinasti Song yang mendeskripsikan secara detail tentang teh bubuk dan ritual meminumnya.

Jadi, bisa dibilang, Tiongkok adalah tempat kelahiran dari konsep teh bubuk yang menjadi cikal bakal matcha.

2. Perjalanan Matcha ke Negeri Sakura

Lalu, bagaimana ceritanya teh bubuk ini bisa sampai ke Jepang dan menjadi begitu melekat dengan budaya di sana?

Jawabannya adalah melalui para biksu Buddha.

Pada akhir abad ke-12, seorang biksu Zen bernama Eisai melakukan perjalanan ke Tiongkok untuk mempelajari ajaran Buddha.

Di sana, ia tidak hanya mendalami agama, tetapi juga terkesan dengan tradisi minum teh bubuk.

Ketika kembali ke Jepang pada tahun 1191, Eisai membawa serta bibit pohon teh dan juga pengetahuan tentang cara menanam, mengolah, dan menyeduh teh bubuk.

Eisai menyadari betul manfaat teh bubuk ini, terutama untuk meningkatkan konsentrasi dan kejernihan pikiran saat bermeditasi.

Ia pun mulai menanam pohon teh di kuil-kuil Zen dan mengajarkan cara membuat dan menikmati teh bubuk kepada murid-muridnya.

Dari sinilah, tradisi minum teh bubuk mulai berakar di Jepang.

3. Berkembang dalam Tradisi Zen dan Upacara Teh

Di Jepang, teh bubuk ini tidak hanya sekadar minuman, tetapi juga berkembang menjadi bagian penting dari tradisi Zen dan upacara teh (Chanoyu).

Para biksu Zen sangat menghargai matcha karena dianggap membantu mereka mencapai ketenangan dan fokus dalam meditasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X