Kolesterol dan Minyak Jelantah: Hubungan yang Perlu Diperhatikan untuk Kesehatan Jantung

photo author
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 05:50 WIB
Kolesterol dan Minyak Jelantah: Hubungan yang Perlu Diperhatikan untuk Kesehatan Jantung (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
Kolesterol dan Minyak Jelantah: Hubungan yang Perlu Diperhatikan untuk Kesehatan Jantung (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Akibatnya, minyak jelantah akan mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap, kekentalannya meningkat, dan bahkan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Selain perubahan fisik, komposisi kimia minyak jelantah juga berubah secara signifikan.

Kandungan asam lemak tak jenuh dalam minyak akan menurun, sementara kadar asam lemak jenuh dan terutama asam lemak trans akan meningkat.

Pembentukan senyawa-senyawa berbahaya seperti polimer dan senyawa polar juga akan semakin banyak dalam minyak jelantah.

2. Dampak Minyak Jelantah Terhadap Kadar Kolesterol dalam Tubuh

Nah, perubahan komposisi kimia dalam minyak jelantah inilah yang memiliki dampak negatif terhadap kadar kolesterol dalam tubuh kita.

Peningkatan kadar asam lemak trans dalam minyak jelantah telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah.

Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak, yang merupakan awal dari proses aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah.

Sementara itu, kadar kolesterol HDL yang rendah justru mengurangi kemampuan tubuh untuk membersihkan kolesterol jahat dari arteri.

Selain peningkatan asam lemak trans, senyawa-senyawa hasil oksidasi dalam minyak jelantah juga dapat berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung.

Senyawa-senyawa ini dapat memicu peradangan dalam tubuh dan merusak endotelium, lapisan dalam pembuluh darah, yang juga berperan dalam perkembangan aterosklerosis.

3. Risiko Penyakit Jantung Akibat Kombinasi Kolesterol Tinggi dan Minyak Jelantah

Kadar kolesterol yang tidak sehat, terutama peningkatan kolesterol LDL dan penurunan kolesterol HDL, merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.

Penggunaan minyak jelantah secara berulang kali dalam memasak dapat memperburuk kondisi ini dengan meningkatkan kadar kolesterol jahat dan memicu peradangan.

Kombinasi antara kadar kolesterol tinggi dan efek negatif dari minyak jelantah dapat mempercepat proses pembentukan plak di arteri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X