Ketika kita merasa marah atau stres, pernapasan kita cenderung menjadi pendek dan cepat.
Pernapasan dalam membantu memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan menenangkan sistem saraf.
Cara melakukannya pun sangat sederhana.
Cari tempat yang tenang di mana kamu bisa duduk atau berbaring dengan nyaman.
Tutup mata kamu dan letakkan satu tangan di dada dan tangan lainnya di perut.
Tarik napas perlahan melalui hidung, rasakan perut kamu mengembang saat udara masuk.
Pastikan tangan yang berada di perut bergerak lebih tinggi daripada tangan yang berada di dada.
Tahan napas selama beberapa detik, lalu hembuskan perlahan melalui mulut.
Rasakan perut kamu mengempis saat udara keluar.
Ulangi proses ini beberapa kali, fokus pada sensasi napas yang masuk dan keluar.
Lakukan pernapasan dalam ini selama beberapa menit setiap kali kamu merasa marah atau stres.
Kamu juga bisa menjadikannya sebagai rutinitas harian untuk membantu menjaga pikiran tetap tenang dan mengurangi risiko hipertensi jangka panjang.
Pernapasan dalam bekerja dengan mengaktifkan respons relaksasi tubuh, yang merupakan kebalikan dari respons stres "lawan atau lari".
Ketika kamu bernapas dalam-dalam, tubuh kamu mengirimkan sinyal ke otak bahwa kamu aman dan rileks, sehingga membantu menurunkan produksi hormon stres dan menstabilkan tekanan darah.
2. Teknik Kedua: Meditasi Mindfulness untuk Meningkatkan Kesadaran Diri dan Mengelola Emosi
Artikel Terkait
3 Cara Membuat Roti Tahan Lama dan Resep serta Teknik Penyimpanan yang Benar
Roti Segar vs Roti Beku: Mana yang Lebih Baik untuk Disimpan?
3 Kesalahan Umum dalam Menyimpan Roti dan Cara Menghindarinya
3 Tips Menyimpan Roti di Rumah: Metode yang Efektif untuk Mempertahankan Kesegaran
3 Mitos dan Fakta tentang Apel Hijau dan Kesehatan Jantung
3 Cara Menyimpan Apel Hijau Agar Tetap Segar dan Bergizi
Apel Hijau vs Apel Merah: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan Jantung?
Resep Sehat: Smoothie Apel Hijau untuk Jantung yang Lebih Sehat
3 Alasan Mengapa Apel Hijau Harus Ada di Menu Sehari-hari Anda
3 Cara Mengubah Kebiasaan Marah Untuk Mengurangi Tekanan Darah Tinggi