3 Cara Mendeteksi Hipertensi Dini dan Gejala yang Sering Terlewat

photo author
- Jumat, 20 Juni 2025 | 05:56 WIB
3 Cara Mendeteksi Hipertensi Dini dan Gejala yang Sering Terlewat (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
3 Cara Mendeteksi Hipertensi Dini dan Gejala yang Sering Terlewat (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Tapi, bukan berarti hipertensi sama sekali nggak ada gejala lho.

Sebenarnya, ada beberapa gejala awal hipertensi yang seringkali muncul, tapi sayangnya sering banget terabaikan atau dianggap sepele.

Gejala-gejala itu antara lain:

  • Sakit kepala, terutama di bagian belakang kepala atau tengkuk. Sakit kepala ini biasanya terasa berdenyut atau tegang.
  • Pusing atau merasa kliyengan, terutama saat bangun tidur atau saat mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba.
  • Mudah lelah atau merasa lemas tanpa alasan yang jelas. Padahal, aktivitas yang dilakukan nggak terlalu berat.
  • Pandangan kabur atau mata berkunang-kunang, terutama saat tekanan darah sedang tinggi.
  • Mimisan atau hidung berdarah tanpa sebab yang jelas.

Gejala-gejala ini memang nggak spesifik buat hipertensi, bisa juga disebabkan oleh penyakit lain atau kondisi tubuh yang sedang kurang fit.

Makanya, banyak orang yang mengabaikan gejala-gejala ini dan menganggapnya sebagai hal biasa.

Padahal, gejala-gejala ringan ini bisa jadi merupakan tanda awal dari hipertensi.

Kalau kamu sering merasakan gejala-gejala di atas, jangan diabaikan ya.

Segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Siapa tahu, gejala-gejala itu memang berkaitan dengan hipertensi.

Lebih baik waspada daripada menyesal kemudian.

3. Memperhatikan Faktor Risiko dan Riwayat Kesehatan Keluarga

Cara ketiga untuk mendeteksi hipertensi dini adalah dengan memperhatikan faktor risiko dan riwayat kesehatan keluarga.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena hipertensi.

Faktor-faktor risiko tersebut antara lain:

  • Usia di atas 40 tahun. Semakin bertambah usia, risiko hipertensi juga semakin meningkat.
  • Riwayat keluarga hipertensi. Kalau ada orang tua, kakek, nenek, atau saudara kandung yang punya hipertensi, risiko kamu juga akan lebih tinggi.
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti kurang gerak, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan pola makan yang buruk (tinggi garam, tinggi lemak, rendah serat).
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Stres kronis atau tingkat stres yang tinggi.
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit ginjal, atau sleep apnea.

Kalau kamu punya satu atau lebih faktor risiko di atas, kamu perlu lebih waspada terhadap hipertensi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X