Meskipun ada pendapat yang membolehkan satu kali niat untuk sebulan penuh, mayoritas ulama berpendapat bahwa niat harus diperbarui setiap malam.
Banyak orang menunda membaca niat hingga setelah fajar, padahal ini dapat membatalkan puasa mereka.
Seseorang bisa berniat dalam hati tanpa mengucapkannya secara lisan, tetapi mengucapkannya tetap dianjurkan untuk memperkuat tekad tersebut.
Penting untuk memahami lafaz dan makna dari bacaan niat agar tidak terjadi kesalahan saat melafalkannya.
Contoh Lafaz Niat Puasa Ramadhan
Lafaz yang umum digunakan adalah: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin ‘an ‘ada’i fardhu-syh-shyahri ramadhana hadzihi-s-sanati lillâhi taâla).
Baca Juga: Mau Iktikaf di Bulan Ramadan? Ini 4 Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melaksanakannya
Artinya: “Saya berniat puasa esok hari untuk menjalankan fardu bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Pentingnya Memahami Makna Niat
Memahami makna dari bacaan niat membantu meningkatkan kekhusyukan saat beribadah.
Disarankan untuk membaca niat setelah makan sahur sebagai pengingat akan kewajiban berpuasa.
Perbedaan dengan Puasa Sunnah
Untuk puasa sunnah, niat bisa dilakukan pada siang hari, berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadhan.
Banyak ulama menyatakan bahwa pentingnya menyiapkan diri dengan baik sebelum memasuki bulan suci ini dimulai dengan membaca niat.
Konsistensi dalam Beribadah
Artikel Terkait
Kapan Waktu Terbaik Berolahraga Saat Puasa?
4 Cara Agar Tidak Dehidrasi Saat Jalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadan
Niat Puasa Ramadhan Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahannya
Niat Sholat Tarawih Lengkap dengan Tata Caranya
Niat Sholat Witir Satu Rakaat, Dua Rakaat dan Tiga Rakaat Setelah Tarawih Lengkap dengan Doa Setelah Sholat Witir dan Tata Caranya