Niat Puasa Ramadhan Dibaca Kapan?

photo author
- Senin, 3 Maret 2025 | 14:37 WIB
Niat Puasa Ramadhan Dibaca Kapan? (Ilustrasi gambar / pixabay)
Niat Puasa Ramadhan Dibaca Kapan? (Ilustrasi gambar / pixabay)

Meskipun ada pendapat yang membolehkan satu kali niat untuk sebulan penuh, mayoritas ulama berpendapat bahwa niat harus diperbarui setiap malam.

Banyak orang menunda membaca niat hingga setelah fajar, padahal ini dapat membatalkan puasa mereka.

Seseorang bisa berniat dalam hati tanpa mengucapkannya secara lisan, tetapi mengucapkannya tetap dianjurkan untuk memperkuat tekad tersebut.

Penting untuk memahami lafaz dan makna dari bacaan niat agar tidak terjadi kesalahan saat melafalkannya.

Baca Juga: Intip Menu Sahur Para Perumus Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Yang Bertepatan Bulan Ramadan, Salah Satunya Nasi Goreng!

Contoh Lafaz Niat Puasa Ramadhan

Lafaz yang umum digunakan adalah: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin ‘an ‘ada’i fardhu-syh-shyahri ramadhana hadzihi-s-sanati lillâhi taâla).

Baca Juga: Mau Iktikaf di Bulan Ramadan? Ini 4 Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melaksanakannya

Artinya: “Saya berniat puasa esok hari untuk menjalankan fardu bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Pentingnya Memahami Makna Niat
Memahami makna dari bacaan niat membantu meningkatkan kekhusyukan saat beribadah.

Disarankan untuk membaca niat setelah makan sahur sebagai pengingat akan kewajiban berpuasa.

Perbedaan dengan Puasa Sunnah

Untuk puasa sunnah, niat bisa dilakukan pada siang hari, berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadhan.

Banyak ulama menyatakan bahwa pentingnya menyiapkan diri dengan baik sebelum memasuki bulan suci ini dimulai dengan membaca niat.

Konsistensi dalam Beribadah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X