Kecewalah kalau kamu merasa kecewa.
Biarkan semua emosi itu mengalir keluar dari diri kamu.
Jangan ditahan-tahan atau dipendam.
Mencari cara untuk mengekspresikan emosi juga penting.
Kamu bisa menulis jurnal untuk mencurahkan isi hati kamu, menggambar atau melukis untuk mengungkapkan perasaan lewat seni, atau mendengarkan musik yang sesuai dengan mood kamu saat itu.
Berbicara dengan orang yang kamu percaya juga bisa sangat membantu.
Curhatlah sama teman, sahabat, atau anggota keluarga yang bisa kamu andalkan.
Menceritakan perasaan kamu ke orang lain bisa memberikan rasa lega dan mengurangi beban di hati kamu.
Yang terpenting, jangan menghakimi diri sendiri atas perasaan yang kamu rasakan.
Ingat, merasakan emosi negatif itu bukan berarti kamu lemah atau cengeng.
Justru, mengakui dan memvalidasi emosi adalah tanda bahwa kamu adalah manusia yang punya perasaan dan hati nurani.
Dengan mengakui dan memvalidasi emosi, kamu sedang memberikan izin pada diri kamu untuk sembuh dan move on dari patah hati.
2. Cari Dukungan Sosial dari Orang-orang Terdekat: Jangan Ragu Meminta Bantuan dan Bercerita
Cara kedua yang ampuh buat menjaga kesehatan mental saat patah hati adalah dengan mencari dukungan sosial dari orang-orang terdekat.
Saat lagi patah hati, seringkali kita merasa sendirian di dunia ini.
Artikel Terkait
3 Ciri Utama Pasangan yang Mencintai dengan Sungguh
3 Cara Mengenali Cinta Tulus dalam Hubungan
3 Tanda Pasangan Setia yang Selalu Ada untukmu
3 Tips Merawat Rambut Sehat dengan Minyak Zaitun secara Rutin
3 Perbandingan Minyak Zaitun dengan Minyak Rambut Lainnya
3 Resep Masker Rambut Alami dengan Minyak Zaitun
3 Manfaat Minyak Zaitun dalam Mengatasi Masalah Kutu Rambut
3 Cara Menggunakan Minyak Zaitun untuk Melembapkan Rambut Kering
3 Alasan Mengapa Mencari Pelarian Tidak Menyelesaikan Masalah Cinta yang Tak Berbalas
3 Aktivitas Positif untuk Mengisi Waktu dan Mengurangi Rasa Sakit Hati