Dividen ini biasanya dibagikan secara periodik, misalnya setiap kuartal atau setiap tahun.
Dengan memiliki saham dividen dari perusahaan-perusahaan yang bagus dan stabil, kamu bisa mendapatkan pendapatan pasif berupa dividen secara rutin.
Obligasi juga merupakan instrumen investasi yang bisa menghasilkan pendapatan pasif.
Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan.
Sebagai pemilik obligasi, kamu akan mendapatkan pembayaran bunga (kupon) secara periodik dari penerbit obligasi.
Bunga obligasi ini biasanya lebih stabil dan predictable dibandingkan dengan dividen saham.
Investasi saham dividen atau obligasi relatif lebih mudah dimulai dibandingkan dengan investasi properti.
Modal yang dibutuhkan juga tidak sebesar investasi properti.
Kamu bisa mulai berinvestasi saham atau obligasi dengan modal kecil, misalnya mulai dari ratusan ribu rupiah saja.
Untuk memulai investasi saham dividen atau obligasi, kamu perlu membuka rekening saham di perusahaan sekuritas yang terpercaya.
Pelajari dasar-dasar investasi saham dan obligasi, analisis fundamental perusahaan, dan pilih saham atau obligasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu.
Jangan lupa untuk selalu berinvestasi secara bertahap dan diversifikasi portofolio investasi untuk meminimalkan risiko.
3. Investasi Peer-to-Peer (P2P) Lending atau Crowdfunding
Strategi investasi ketiga yang semakin populer dan menarik untuk pendapatan pasif adalah investasi melalui platform Peer-to-Peer (P2P) Lending atau Crowdfunding.
P2P Lending adalah platform yang mempertemukan antara pemberi pinjaman (investor) dengan peminjam secara online.
Artikel Terkait
3 Alasan Pentingnya Komunikasi dalam Memperbaiki Kepercayaan yang Hilang
3 Tips untuk Memulihkan Kepercayaan Diri
3 Langkah Praktis untuk Memperbaiki Hubungan yang Terkoyak
3 Cara Membangun Kembali Kepercayaan Diri Setelah Mengalami Kekecewaan
3 Cara Mengatasi Rasa Malas Saat Menulis
3 Teknik Menerima Kritik untuk Perbaikan Diri
3 Cara Menjaga Kreativitas Agar Tetap Mengalir dalam Menulis
3 Cara Membangun Rasa Percaya Diri Sebagai Penulis
3 Alasan Pentingnya Disiplin dalam Menulis Setiap Hari
3 Cara Mengelola Utang dan Kewajiban Keuangan Setelah Resign