Cobalah untuk lebih tegas menentukan batasan.
Mungkin kamu bisa mulai dengan mengatakan “Tidak” dengan halus saat permintaan itu membuatmu merasa nggak nyaman atau berlebihan.
Dengan memahami dirimu sendiri, kamu bisa mulai lebih bijak dalam memilih kapan harus menolong orang lain dan kapan saatnya fokus pada tugas pribadi.
2. Belajar Mengungkapkan Pendapat dan Perasaan
Langkah kedua adalah belajar untuk mengungkapkan pendapat dan perasaanmu dengan jujur.
Bagi seorang people pleaser, terkadang kita khawatir jika pendapat kita berbeda dari orang lain, maka kita akan dikucilkan atau dianggap nggak sepakat.
Baca Juga: 3 Tips Menciptakan Jaringan Sosial yang Mendukung Kemandirian
Padahal, pendapat yang berbeda bukan berarti salah atau buruk.
Sebaliknya, memiliki opini yang berbeda adalah sesuatu yang sehat dan bisa memicu ide-ide baru dalam tim.
Mulailah berlatih untuk menyampaikan pendapat, meskipun itu berbeda dari apa yang diharapkan.
Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Tantangan dan Rintangan dalam Perjalanan Menjadi Perempuan Independen
Misalnya, jika ada keputusan tim yang menurutmu kurang tepat, cobalah untuk mengungkapkan pendapatmu dengan cara yang konstruktif dan positif.
Dengan begini, kamu akan lebih dihargai sebagai individu yang memiliki kontribusi dan bukan hanya mengikuti apa kata orang lain.
Lebih penting lagi, ini akan membantu kamu merasa lebih nyaman dan otentik di tempat kerja.
3. Fokus pada Kesejahteraan Mental dan Emosional
Artikel Terkait
3 Alasan Pentingnya Komunitas bagi Womenpreneur
3 Cara Efektif Mengelola Waktu untuk Wanita Pengusaha
3 Tips Memulai Bisnis untuk Wanita dan Langkah Awal yang Harus Diketahui
3 Peluang Karir Menjanjikan di 2025 Berdasarkan Skill yang Dikuasai
3 Tips Memiliki Skill yang Tepat untuk Bersaing di Era Digital
3 Skill Digital yang Harus Dimiliki untuk Meningkatkan Penghasilan di 2025