KLIK SAJA - Saat kita menjalani perjalanan hidup, kita mengumpulkan banyak sekali pengalaman.
Kebanyakan dari pengalaman ini akan menciptakan kenangan indah, yang akan kita hargai sepanjang hidup kita, namun, beberapa pengalaman akan menyiksa kita selama bertahun-tahun mendatang.
Hal Ini karena kita tidak pernah kebal terhadap rasa sakit.
Sebagai manusia yang hidup di dunia fana ini, sudah pasti pernah merasakan rasa sakit.
Baca Juga: 7 Langkah Dalam Memupuk Kesehatan Mental, Solusi Hadapi Keruwetan Dunia
Rasa sakit yang dimaksud bukan kesakitan secara fisik jasmani, tetapi lebih dari itu yaitu rasa sakit dalam hati atau perasaan.
Sebagaimana lirik lagu dangdut Meggy Z, yaitu dimana lebih baik merasakan rasa sakit gigi ketimbang merana akibat rasa sakit yang mengurasi hati perasaan karena dikhianati.
Bagi nenek moyang kita di masa lampau, rasa sakit adalah rasa sakit untuk bertahan hidup, tidak tahu dari mana makanan mereka selanjutnya akan datang, dan melindungi diri dari predator dan suku musuh.
Pada zaman sekarang, rasa sakit kita telah berevolusi seiring kemajuan dunia dalam inovasi dan teknologi dan kita menuntut lebih banyak dari dunia di sekitar kita dan orang-orang yang berhubungan dengan kita.
Rasa sakit berasal dari tekanan masyarakat modern termasuk menghindari utang dan mencapai stabilitas dan kesuksesan finansial, upaya menjalani hubungan keluarga, menjaga hubungan sosial, hingga kiat menjaga kesehatan.
Karena sifat manusiawinya, rasa sakit tidak dapat dihindari; satu-satunya pertanyaan adalah seberapa banyak dan seberapa sering.
Baca Juga: Tips Agar Tidak Sia-siakan Waktu, Fokus Pada Tujuan Hidup
Hal paling terpenting adalah apa yang akan kita lakukan untuk mengatasinya.
Kebanyakan orang menghindari rasa sakit ketika menghadapi masalah, seperti meminum obat anti depresan atau memang menskip masalah itu, yang justru kadang malah menambah rasa sakit baru.