Guru Terbaik Dalam Kehidupan Adalah Rasa Sakit, Sebuah Renungan Melanjutkan Hidup

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 3 Desember 2024 | 09:30 WIB
Ilustrasi orang sedang merasakan sakitnya kehidupan (pixabay)
Ilustrasi orang sedang merasakan sakitnya kehidupan (pixabay)

KLIK SAJA - Saat kita menjalani perjalanan hidup, kita mengumpulkan banyak sekali pengalaman.

Kebanyakan  dari pengalaman ini akan menciptakan kenangan indah, yang akan kita hargai sepanjang hidup kita, namun, beberapa pengalaman akan menyiksa kita selama bertahun-tahun mendatang.

Hal Ini karena kita tidak pernah kebal terhadap rasa sakit.

Sebagai manusia yang hidup di dunia fana ini, sudah pasti pernah merasakan rasa sakit.

Baca Juga: 7 Langkah Dalam Memupuk Kesehatan Mental, Solusi Hadapi Keruwetan Dunia

Rasa sakit yang dimaksud bukan kesakitan secara fisik jasmani, tetapi lebih dari itu yaitu rasa sakit dalam hati atau perasaan.

Sebagaimana lirik lagu dangdut Meggy Z, yaitu dimana lebih baik merasakan rasa sakit gigi ketimbang merana akibat rasa sakit yang mengurasi hati perasaan karena dikhianati.

Bagi nenek moyang kita di masa lampau, rasa sakit adalah rasa sakit untuk bertahan hidup, tidak tahu dari mana makanan mereka selanjutnya akan datang, dan melindungi diri dari predator dan suku musuh.

Pada zaman sekarang, rasa sakit kita telah berevolusi seiring kemajuan dunia dalam inovasi dan teknologi dan kita menuntut lebih banyak dari dunia di sekitar kita dan orang-orang yang berhubungan dengan kita.

Rasa sakit berasal dari tekanan masyarakat modern termasuk menghindari utang dan mencapai stabilitas dan kesuksesan finansial, upaya menjalani hubungan keluarga, menjaga hubungan sosial, hingga kiat menjaga kesehatan.

Karena sifat manusiawinya, rasa sakit tidak dapat dihindari; satu-satunya pertanyaan adalah seberapa banyak dan seberapa sering.

Baca Juga: Tips Agar Tidak Sia-siakan Waktu, Fokus Pada Tujuan Hidup

Hal paling terpenting adalah apa yang akan kita lakukan untuk mengatasinya.

Kebanyakan orang menghindari rasa sakit ketika menghadapi masalah, seperti meminum obat anti depresan atau memang menskip masalah itu, yang justru kadang malah menambah rasa sakit baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Psychology Today

Tags

Rekomendasi

Terkini

X