10 Cara Beradaptasi Di Negara Asing, Tips Buat Kamu Yang Studi Luar Negeri

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 14 Oktober 2024 | 05:49 WIB
10 Cara Beradaptasi Di Negara Asing, Tips Buat Kamu Yang Studi Luar Negeri (pixabay)
10 Cara Beradaptasi Di Negara Asing, Tips Buat Kamu Yang Studi Luar Negeri (pixabay)
  • Berkomunikasi, jangan berasumsi

Masalah dengan membuat asumsi adalah kita percaya bahwa asumsi itu benar, kita membuat asumsi, kita salah paham, kita menganggapnya sebagai sesuatu hal yang pribadi, lalu kita bereaksi dengan mengirimkan racun emosional melalui kata-kata kita.

Ini menciptakan drama besar yang sia-sia, sangat berbahaya untuk membuat asumsi tentang berbagai hal di lingkungan yang tidak dikenal karena anda hanya dapat mendasarkan penilaian pada apa yang sudah Aada ketahui.

Namun, lebih sering daripada tidak, berbagai hal di negara baru tidak berjalan dengan cara yang sama seperti di negara asal.

  • Jelajahi negara, kota, lingkungan baru

Cara termudah adalah menjelajahi kota baru dan membiasakan diri dengan lingkungan baru, hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda. 

Jika Anda berjalan kaki di sekitar lingkungan tempat tinggal anda, mungkin dapat menemukan detail-detail kecil, seperti rambu-rambu jalan dan warna bangunan tertentu.

Anda mungkin akan menemukan rute jalan-jalan favorit baru, kafe favorit baru untuk nongkrong, dan mungkin tetangga favorit baru yang selalu membalas senyuman anda. 

Anda juga dapat naik sepeda dan berkeliling lingkungan sekitar, mungkin akan mendapatkan gambaran yang baik tentang bagaimana berbagai area di kota saling terhubung.

Anda akan mempelajari peraturan dan sistem lalu lintas dengan cukup cepat dan mungkin menemukan jalan pintas ke tempat yang sering dikunjungi atau bagaimana penduduk setempat bepergian. 

Baca Juga: S2 dan S3 Merapat! Beasiswa DAAD untuk Lulusan Sarjana Indonesia Telah Dibuka! Apa Saja Program yang Ditawarkan?

Rasakan seperti apa jam-jam sibuk; rasakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pergi dari satu sisi kota ke sisi lainnya; jelajahi tempat-tempat berbeda yang jauh dari apartemen atau rumah anda.

  • Tetaplah berhubungan dengan keluarga, tapi jangan terlalu sering

Hal ini agak cukup rumit, karena masalah terbesar ketika kita merantau ke luar negeri adalah masalah “homesick”, kangen orang di rumah, kangen masakannya.

Berkomunikasi lewat Skype atau Whatsapp dengan keluarga dan bertukar pesan dengan teman setiap hari dapat membantu anda merasa terhubung dengan orang-orang di kampung halaman.

Namun, hal ini dapat berarti terlalu banyak waktu di depan layar dan berkurangnya waktu bersosialisasi dengan orang-orang di lingkungan baru Anda. 

Saat anda sudah berada di luar negeri, SEKARANG adalah saatnya Anda tumbuh, belajar untuk mandiri, membangun persahabatan baru, mengalami hal-hal baru, dan membangun rumah baru anda. 

Akan sulit untuk merasa betah di rumah baru anda jika perhatian dan waktu Anda selalu dihabiskan di rumah "lama" Anda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Tags

Rekomendasi

Terkini

X