Grooming dapat terjadi baik secara langsung maupun melalui media digital, seperti internet dan media sosial.
Dalam hal ini, pelaku sering kali berusaha menciptakan ikatan yang kuat dengan korban.
Mereka mungkin memberikan perhatian khusus, hadiah, atau dukungan emosional untuk membuat korban merasa nyaman dan aman.
Baca Juga: TAHUKAH KAMU? Makan Apel di Pagi Hari Lebih Segar Dibandingkan Minum Kopi
Setelah hubungan ini terbangun, pelaku dapat mulai memperkenalkan perilaku yang lebih intim atau eksploitasi seksual secara bertahap.
Hal ini bisa mencakup permintaan untuk berbagi gambar atau video yang tidak pantas, pertemuan fisik, atau tindakan lain yang merugikan.
Grooming bukan hanya terbatas pada interaksi tatap muka; banyak kasus grooming terjadi secara online.
Baca Juga: 6 Tips Untuk Kamu yang Hidupnya Nggak Mau Berubah
Pelaku dapat menggunakan platform media sosial, aplikasi pesan instan, atau game online untuk menjangkau anak-anak dan remaja.
Dalam dunia digital ini, risiko grooming meningkat karena anak-anak sering kali tidak menyadari bahaya yang mungkin mereka hadapi saat berinteraksi dengan orang asing di internet.
Mengapa Orangtua Harus Waspada?
Fenomena ini semakin marak seiring dengan perkembangan teknologi dan aksesibilitas internet yang semakin luas.
Baca Juga: Resep Tempe Chilli Padi, Solusi Makan Enak Meski Tanggal Tua
Oleh karena itu, orangtua harus waspada terhadap grooming karena beberapa alasan penting seperti dirangkum kliksaja.id dari Bravehearts, pada 28 September 2024.
1. Peningkatan Akses Internet
Artikel Terkait
Di Usia Berapa Anak Boleh Diperkenalkan Makanan Pedas? Cek Disini Jawabannya!
Resep Tempe Chilli Padi, Solusi Makan Enak Meski Tanggal Tua
6 Tips Untuk Kamu yang Hidupnya Nggak Mau Berubah
Jangan disepelekan! Hati-Hati 'Toxic Productivity' Merusak Fisik dan Mental Diam-Diam
TAHUKAH KAMU? Makan Apel di Pagi Hari Lebih Segar Dibandingkan Minum Kopi