Pergolakan Antonietta cukup besar, karena pada dasarnya ia kesulitan memberi nafkah bagi Amerigo. Namun ada juga omongan buruk dari tetangga yang menyebut bahwa anak mereka akan "disantap" oleh orang-orang Rusia.
Amerigo sendiri bisa menjadi tokoh sentral yang mengaitkan semua hal di film ini ke dalam dirinya. Satu hal yang mungkin agak berlebihan, ia digambarkan memiliki "sejuta talenta" dibanding anak-anak lain seusianya.
Amerigo dan rekan-rekannya akhirnya direlakan oleh keluarga mereka menaiki kereta ke Utara, untuk diasuh oleh beberapa keluarga di sana. Jadilah Amerigo, yang menjadi pilihan terakhir, mungkin karena julukan ibunya "anak kutukan setan", diterima oleh ibu tunggal bernama Derna (Barbara Ronchi).
Alur Maju-Mundur Membuat Lubang yang Membesar
Alur mundur dipilih oleh Cristina Comencini di awal film, yang langsung menjelaskan bahwa Amerigo Speranza tua (Stefano Accorsi) sudah sukses menjadi violinist terkenal di dunia.
Namun di seluruh film ini, tidak ada scene panjang yang menunjukkan kepiawaiannya bermain biola maupun etos keras latihan yang dilakukan di masa muda. Entah karena menghemat waktu, atau memang bukan itu ide pokok dari film ini.
Sejujurnya, pemilihan beberapa alur maju-mundur ini malah membuat lubang di film The Children's Train membesar.
Sebagai contoh, di babak awal Amerigo menerima telepon sebelum konser dari ibunya. Ibunya menjelaskan, bahwa ibunya baru saja meninggal.
Kesan membingungkan sengaja diberikan di depan, dengan harapan bahwa penonton bisa mengejawantahkan Amerigo mempunyai dua ibu yang sama-sama dicintainya.
Beruntung lubang ini terjawab dengan bagus. Namun ada banyak hal lain di sepanjang film yang butuh waktu lebih lagi untuk dieksplorasi, seperti ketusnya Antonietta saat menyambut kembaliya Amerigo dari utara.
Kutipan Apik Antonio Gramsci
Nama filsuf Italia yang tenar di tahun 1920-an Antonio Gramsci ikut dibawa pada karya yang menghidupi kondisi kejayaan paham komunis di Italia saat itu.
Derna, ibu angkat Amerigo, saat usai memandikan anaknya tersebut memberikan kutipan apik dari Gramsci.