KLIK SAJA - Setelah Hollywood mencoba membuat film dengan judul yang sama pada tahun 2002, sineas Prancis Matthieu Delaporte dan Alexandre de La Patellière menulis skrip dan menyutradari film yang diambil secara presisi dari Novel mahsyur Alexandre Dumas yang berjudul sama, Le Comte de Monte-Cristo (The Count of Monte Cristo).
" l'humaine sagesse était tout entière dans ces deux mots: attendancere et espérer! " ("semua kebijaksanaan manusia terkandung dalam dua kata ini: 'Tunggu dan Berharap'"). Itulah penggalan kalimat Alexandre Dumas yang tidak dihilangkan oleh kedua sutradara. Film ini ditayangkan perdana di bagian Out of the Competition di Festival Film Cannes pada 22 Mei 2024.
Deretan artis Prancis dan Eropa tengah menjadi cast yang sangat mendukung film yang berlatar tahun 1800-an ini. Pierre Niney memerankan tokoh utama Edmond Dantes secara prima dan lebih manusiawi. Berulang kali ia pun mengutarakan dalam dialog, bahwa keahlian terbesarnya hanyalah ketika berlayar di lautan. Jadi, sedikit ke"kagok"an dalam dual satu lawan satu sangat dimaklumi.
Tokoh lain yang mendukung keseluruhan alur film yang mendekati 95% karya aslinya ini, antara lain Bastien Bouillon (memerankan Fernand de Morcef), Anaïs Demoustier (Mercedes Herrera), Anamaria Vartolomei (Haydee), Laurent Lafitte (Gerard de Villevort), dan Patrick Mille (Danglars).
Menghabiskan total biaya produksi sebesar €42,9 juta, The Count of Monte Cristo adalah film Prancis termahal tahun 2024. Film berdurasi 173 menit ini telah menjual lebih dari 9 juta tiket masuk di Prancis, sekaligus menjadi film terlaris kedua tahun 2024, dan telah meraup $72 juta di seluruh dunia. Produksi film ini dibuat secara keroyokan oleh perusahaan Chapter 2, Pathe, M6 Films, Fargo Films, Logical Content Ventures, dan Umedia (sumber : wikipedia)
Tunggu dan Berharap
Dua kata di atas merupakan latar belakang konflik yang timbul untuk motif balas dendam seorang Edmond Dantes.
Pemuda Prancis yang menjadi awak kapal ini melakukan aksi heroik dengan menyelamatkan seorang wanita di perairan Marseille. Tak disangka, ternyata Angela adalah pembawa surat dari Napoleon Bonaparte, yang menjadi narapidana politik Prancis saat itu. Atas aksi beraninya, Edmond dinaikkan jabatan oleh pemilik kapal menjadi Kapten, menggantikan Danglars yang bakal menjadi salah satu musuh besarnya.
Berita bahagia ini dibawa oleh Edmond kepada kekasihnya, Mercedes yang merupakan keponakan dari keluarga besar Morcef, tempat ayah Edmond bekerja sebagai kepala urusan rumah tangga. Di momen bahagia ini, Edmond memberanikan diri bercerita kepada anak kebanggaan keluarga, Fernand de Morcef yang sudah ia anggap sebagai saudara, bahwa ia dan Marcedes akan menikah.
Di hari pernikahan, ternyata Edmond ditangkap paksa atas perintah Jaksa Gerard de Villefort dengan tuduhan menjadi Bonapartis (pengikut Bonaparte). Bukti yang diberikan tentu adalah rekayasa Danglars yang memasukkan surat dari Angela ke alkitab Edmond, plus mendapat persetujuan dari Fernand yang ternyata iri pada Edmond sekaligus mencintai Mercedes sepupunya.
Jadilah Edmond Dantes dihukum seumur hidup di penjara Château d'If yang berada di tengah laut. Di penjara inilah Edmond menunggu dan berharap suatu saat bisa bebas serta bertemu lagi dengan Mercedes. Hari-hari pun berganti menjadi tahun, dan tak terasa sudah enam tahun lamanya Edmond berada di penjara, hingga akhirnya ia mendegar suara galian dari Abbe Faria, seorang tahanan lainnya.
Singkat cerita, Abbe Faria merupakan keturunan terakhir Kesatria Templar dan satu-satunya yang mengetahui lokasi harta karun sitaan Templar di pulau bernama Monte Cristo. Delapan tahun mereka berdua menggali terowongan untuk kabur, dan waktu selama itu juga dihabiskan Edmond untuk mendapatkan semua pelajaran hidup dari Faria, termasuk peta ke Monte Cristo.
Di sebuah momen penggalian saat suah tercium air laut, musibah harus diderita Abba Faria karena meninggal terkena reruntuhan batu. Tidak melanjutkan lagi penggalian, Edmond melihat momen ini sebagai jalan keluar dengan menyelundupkan dirinya ke kantong mayar Abba Faria dan dibuang ke laut Marseille.
Artikel Terkait
Review Film Netflix Sosok Ketiga, Dendam Istri Pertama yang Dipoligami