Review Film The Count of Monte Cristo (2024), Sebuah Film Presisi dari Karya Alexandre Dumas

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Minggu, 10 November 2024 | 15:14 WIB
Poster Film The Count of Monte Cristo (2024) (tvinsider.com)
Poster Film The Count of Monte Cristo (2024) (tvinsider.com)

Bukan Balas Dendam, tetapi Keadilan

Empat belas tahun lamanya, akhirnya Edmond Dantes bisa menghirup udara bebas. Ia pun segera menuju kediaman keluarga Morcef, namun mendapati semua kabar buruk. Ayahnya meninggal tak lama usia mendengar kabar ia dipenjara. Lalu yang paling menyakiti hatinya, tentu adalah pernikahan antara Fernand dan Marcedes.

Di sinilah ia berketetapan hati untuk menggunakan seluruh kekayaan harta karun di Monte Cristo untuk mencari keadilan baginya. Harta karun itu memang ada dan ia kini resmi menjadi Count of Monte Cristo, yang siap menghukum tiga orang yang membuatnya menderita. Mereka adalah Danglars, Gerard de Villefort, dan Fernand de Morcef.

Ending dari film ini memberikan kebahagiaan kepada penikmat filmnya. Memang durasi mewajibkan duet penulis dan sutradara Matthieu Delaporte dan Alexandre de La Patellière tidak bisa menunjukkan bulat-bulat plot di dalam novel. Namun tidak jadinya Edmond Dantes membunuh Albert (anak Fernand dan Marcedes), serta Fernand, menjadi ending epik pesan keadilan yang diucapkannya, bukan semata balas dendam.

Film ini mendapatkan rating 7.8/10 di IMDb, sehingga dapat bersaing dengan film dengan judul serupa karya Hollywood di tahun 2002. 

Sedikit membandingkan, di film yang dibuat oleh Kevin Reynolds dua dekade lalu tersebut, akting Jim Caviezel dan Henry Cavill menjadi pencuri perhatian penuh pada adaptasi yang tidak terlalu mirip dengan novel aslinya. Meski demikian, film ini banyak disanjung sebagai salah satu under-rated film, karena paling visual menyajikan karya Alexandre Dumas.

Nah, dengan adanya film yang berdialek asli Prancis dan diperankan oleh banyak aktor Prancis, The Count of Monte Cristo (2024) diharapkan dapat menyamai rating dan kesuksesan everlasting pendahulunya itu. Orisinalitas dan presisi menjadi daya tarik lebih di film action-drama ini. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: Wikipedia, IMDb, rottentomatoes.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X