Review Film Aftermath (2024), Penyanderaan dengan Maksud yang Bias di Jembatan Tobin

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Minggu, 8 Desember 2024 | 22:56 WIB
Poster film Aftermath (2024) yang dibintangi Dylan Sprouse dan Mason Gooding (imdb.com)
Poster film Aftermath (2024) yang dibintangi Dylan Sprouse dan Mason Gooding (imdb.com)

KLIK SAJA - Dylan Sprouse, suami supermodel Barbara Palvin sekaligus seorang aktor yang merintis karier keartisannya sejak kecil, memberikan pertunjukan yang lumayan apik dalam film Aftermath.

Ya, lagi-lagi film dengan judul yang sudah cukup sering digunakan oleh para sineas Hollywood. Kata Aftermath sendiri mengandung arti "konsekuensi atau akibat dari kejadian tidak menyenangkan yang signifikan". 

Jadi bisa dibayangkan, film berjudul Aftermath sering mengandung efek thriller dan spionase yang terjadi sebelum momen utama di film tersebut, karena kejadian dalam film adalah sebuah akibat.

Pemikiran inilah yang membuat produser Lucas Jarach dan Brian Pitt, sutradara Patrick Lussier dan penulis naskah Nathan Graham Davies tampaknya mau mempertarungkan karyanya dengan film lain yang berjudul sama.

Sebab pada dasarnya, belum ada film berjudul Aftermath yang benar-benar "meledak".

Lalu bagaimana film Aftermath (2024) ini? Ternyata ledakan yang dihasilkan tidak sebagus yang diharapkan. Masih terlihat mentah seperti efek visual yang mereka berikan.

Baca Juga: Review Film The Count of Monte Cristo (2024), Sebuah Film Presisi dari Karya Alexandre Dumas

Keseluruhan action dari film ini sebenarnya cukup menghibur dan tidak membuat bosan, namun ada dua hal yang cukup mengganggu selama film berdurasi 1 jam 37 menit ini diputar.

Pertama, adalah maksud asli sang penjahat utama. Terdengar meyakinkan apa yang disampaikan oleh Mason Gooding di awal seperempat awal film, namun karena sebuah penyakit "dadakan", maksud kejahatan tersebut menjadi bias.

Berikutnya adalah pengambilan gambar yang terkesan berlebihan. Mencoba memberikan efek zoom in dan zoom out untuk memperluas dimensi latar Jembatan Tobin, malah mengganggu koreografi action yang sudah dipersiapkan cukup apik.

Aksi Heroik Mantan Prajurit dengan PTSD

Poin PTSD sebagai dampak seorang prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat yang bertugas di Timur Tengah, menjadi background dari Eric Daniels (diperankan Dylan Sprouse) yang menjadi tokoh utama di film ini.

(PTSD merupakan gangguan kesehatan mental yang dapat terjadi pada seseorang setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis.)

Mempunyai memori buruk atas idealisme yang diambilnya di medan tempur, Eric ternyata harus dicopot dari jabatannya karena menentang perintah atasan langsungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: IMDb, CBSnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X