Review Film The Children's Train (2024), Masa Kecil Violinist Tenar di Napoli Paska Perang Dunia II

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Senin, 9 Desember 2024 | 15:14 WIB
Poster film The Children's Train (2024) (netflix.com)
Poster film The Children's Train (2024) (netflix.com)

KLIK SAJA - Mendengar Napoli atau Naples, kini kita langsung membayangkan bagaimana indahnya pemandangan kota terbesar ketiga Italia di bawah gunung Vesuvius lengkap dengan pesisir pantai bebatuan Monache.

Namun bagaimana kehidupan di kota selatan Italia ini di tahun 1940-an? Sutradara Cristina Comencini bersama kantor produksi Palomar, mampu menjawab dengan visual masyarakat yang konkret dalam film The Children's Train atau dalam Bahasa Italia-nya, Il Treno Dei Bambini

Film ini merupakan sebuah adaptasi langsung dari novel dengan judul sama The Children's Train terbitan 24 September 2019 karya Viola Ardone.

Ditayangkan melalui OTT Netflix, film berdurasi 1 jam 46 menit ini bisa menjadi pilihan untuk ditonton bareng dengan keluarga di akhir pekan, sebab banyak pesan-pesan moral di dalamnya.

IMDb memberikan rating 7.3/10 hingga seminggu sejak awal penayangannya pada 4 Desember 2024, dan mungkin bisa sedikit menurun pada akhirnya karena banyaknya lubang yang tercipta karena kombinasi momen flashbacknya.

Baca Juga: Review Film The Count of Monte Cristo (2024), Sebuah Film Presisi dari Karya Alexandre Dumas

Scene saat Amerigo dan teman-teamnnya akan naik kereta ke Utara
Scene saat Amerigo dan teman-teamnnya akan naik kereta ke Utara (pic. The Children's Train)

Amerigo Speranza, Anak dengan Sejuta Talenta

Dikisahkan seorang anak bernama Amerigo Sprenaza (diperankan oleh Christian Cervone) dari keluarga miskin di Italia harus hidup berdua dengan ibunya Antonietta (Serena Rossi) karena ayahnya pergi ke Amerika untuk mencari uang.

Mungkin untuk itulah nama Amerigo dipilih penulis Viola Ardone untuk menjelaskan bahwa sang ayah punya cita-cita yang tinggi dalam hidupnya.

Kehidupan di Napoli sangat sulit paska Perang Dunia ke II, di mana banyak wanita terpaksa tinggal di kota tersebut bersama anak-anaknya, sementara suami mereka harus "melancong" untuk kebutuhan militer maupun mencari uang.

Pilihan datang bagi Antonoetta dan Amerigo, saat pergerakan Treni della felicità atau kereta kebahagiaan ditawarkan bagi anak-anak di Napoli kala itu.

Pergerakan ini merupakan sebuah kejadian aktual di Italia pada masa itu yang dicetuskan oleh Teresa Noce, di mana akan-anak keluarga miskin akan ditampung oleh keluarga berkecukupan dari angguta Partai Komunis di Italia Utara.

Baca Juga: Review Film Aftermath (2024), Penyanderaan dengan Maksud yang Bias di Jembatan Tobin

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: Netflix, IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X