Review Film Conclave (2024), Pemilihan Paus Baru yang Penuh Intrik dan Mindblowing

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 06:58 WIB
Poster Film Conclave (2024) yang merupakan adaptasi Novel dengan judul sama karya Robert Harris (IMDb)
Poster Film Conclave (2024) yang merupakan adaptasi Novel dengan judul sama karya Robert Harris (IMDb)

Meski karakternya digambarkan wafat di awal film, Sri Paus (Bruno Novelli), ternyata mempunyai peran penting untuk menentukan alur Conclave ini.

Langkah yang dilakukannya sebelum wafat antara lain menolak pengunduran diri Kardinal Lawrence, dan juga mengundang Kardinal Benitez dari Kabul, Afganistan secara khusus untuk mengikuti Conclave.

Justru di titik inilah nasib Gereja Katolik dipertaruhkan. Sebab Sri Paus yang dikenal sebagai sosok liberal dan modern, mendapat perlawanan dari pihak konservatif yang ingin merubah haluan kebijakan Takhta Vatikan.

Asap putih di Kapel Sisitina, Vatikan
Asap putih di Kapel Sisitina, Vatikan (AP via voaindonesia.com)

Baca Juga: Review Film Weekend In Taipei (2004), Kolaborasi Menyenangkan Luke Evans dan Sung Kang yang Penuh dengan Sponsor

Asap Hitam dan Asap Putih

Ternyata Conclave kali ini memerlukan beberapa hari untuk prosesnya, dan menurut Kardinal Lawrence, semakin lama proses pemilihan ini makin menunjukkan Gereja Katolik tidak sedang baik-baik saja.

Di sore hari jika hari Conclave belum menentukan pilihan Paus yang baru, maka kertas pemungutan suara dibakar dalam satu tungku di Kapel Sisitina yang asap hitamnya membubung ke angkasa sebagai tanda belum tercapainya kuorum.

Butuh minimal 2/3 suara bulat dari 108 Kardinal yang mengikuti Conclave untuk memilih Paus yang baru. Jadi ini menjadi cukup rumit dengan banyaknya kandidat kuat yang ada, bahkan Kardinal Lawrence pun merangsek masuk di antaranya.

Setelah melalui proses yang penuh intrik dan menegangkan, akhirnya "Habemus Papam" pun terucap. Asap di cerobong asap berubah warnanya menjadi putih dan "Kita memiliki Paus yang Baru". 

Baca Juga: Review Film The Children's Train (2024), Masa Kecil Violinist Tenar di Napoli Paska Perang Dunia II

Kepastian adalah Musuh dari Kesatuan

Ada sebuah khotbah di awal Conclave yang disampaikan secara tegas oleh Kardinal Lawrence. Menjadi salah satu quote terbaik di film ini, "Certainty is the enemy of unity", Kepastian adalah musuh dari kesatuan.

Sosok Sri Paus yang baru tidak bisa hanya dilihat dari kekurangannya saja, karena sebagai manusia secara natural ada hal negatif mengikutinya.

Begitu pula dengan keyakinan atau agama, tidak bisa manusia memutuskan sebuah kepastian di dalamnya. Ada ruang keragu-raguan tentang apa yang tidak bisa dijelaskan dan itu biarlah menjadi sebuah misteri. Agama mengambil alih peran sebagai petunjuk arahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X