KLIK SAJA - Memfilmkan sebuah Novel tenar karya Robert Harris tahun 2016 dengan judul sama, Conclave, sutradara Edward Berger menemukan jantung karyanya pada sosok aktor senior Ralph Fiennes.
Seperti judulnya, film ini menggambarkan dengan sangat detail proses Conclave atau konklaf pemilihan Takhta Tertinggi umak Katolik. Namun bukan proses yang biasa saja, karya Robert Harris yang disempurnakan penulis naskah Peter Straughan menambahkan intrik tajam dan sesuatu variabel yang mindblowing.
Film Conclave (2024) rilis pada 27 Oktober 2024 dengan rating PG (Parental Guidance) dan durasi selama dua jam.
Sama seperti novelnya yang cukup kontroversial karena mengandung teori konspirasi, Edward Berger menampilkan sisi thriller dengan rapi dan berkesinambungan. Runtutan cerita ini memudahkan penonton non-Katolik untuk mengerti kata-kata spesifik seperti simoni dan Kuria.
Diproduksi dalam payung FilmNation Entertainment, Access Entertainment, dan Indian Paintbrush, kinerja selama dua bulan ini menghasilkan nilai cukup tinggi, yakni 7.4/10 di IMDb.
Baca Juga: Review Film Heretic (2024), Psychological Horror yang Memikat dan Manipulatif
Ralph Fiennes Terlahir Untuk Karakter Kardinal Lawrence
Aktor 61 tahun kelahiran Ipswich ini sudah sering dilihat dengan karakter dingin yang mempunyai ketenangan luar biasa seperti di King's Man maupun The Menu.
Namun untuk film Conclave ini, ketenangan yang masih ditunjukkan Fiennes berpadu dengan ekspresi yang menunjukkan jelas pergolakan besar dalam hatinya. Semuanya terlihat natural dan mendominasi, bahkan berefek mengaburkan tokoh-tokoh lainnya.
Kardinal Lawrence harus menghadapi tugas berat kala Sri Paus wafat dan dia sebagai Dekan harus bertanggung jawab melaksanakan proses Conclave dengan mengundang total 107 Kardinal dari seluruh penjuru dunia.
Media memainkan perannya untuk memperkirakan kandidat terkuat, di mana ada Kardinal Adeyemi (Lucian Msamati), Kardinal Bellini (Stanley Tucci), Kardinal Tremblay (John Lithgow), dan Kardinal Tedesco (Sergio Castellitto) yang jadi favorit.
Informasi dari media tentu sudah diketahui oleh para voters ini, dan menjadi maklum ada blok-blok berdasarkan Negara asal mereka. Namun yang harus menjadi tantangan Lawrence, ternyata ada campur tangan kotor yang berusaha mengatur jalannya Conclave.
Sri Paus yang Telah Wafat Mempunyai Peran Penting
Artikel Terkait
Review Film The Silent Hour (2024), Suguhan Thriller-Action Apik Tak Hanya Bagi Penyandang Tuna Rungu
Review Film Aftermath (2024), Penyanderaan dengan Maksud yang Bias di Jembatan Tobin
Review Film The Children's Train (2024), Masa Kecil Violinist Tenar di Napoli Paska Perang Dunia II
Review Film Venom : The Last Dance (2024) : Sebuah Perpisahan Dramatis Eddie Brook dan Symbiote Baik Hati
Review Film Weekend In Taipei (2024), Kolaborasi Menyenangkan Luke Evans dan Sung Kang yang Penuh dengan Sponsor
Review Film Heretic (2024), Psychological Horror yang Memikat dan Manipulatif