KLIK SAJA - Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Rabu (26/11/2025) pada level tertinggi sepanjang sejarah di 8.602,13, menguat 80,25 poin atau 0,94% dari hari sebelumnya.
Pencapaian ini terjadi di tengah ekspektasi meningkatnya pemangkasan suku bunga The Federal Reserve yang kini mencapai probabilitas 80% untuk pertemuan Desember mendatang.
Meski IHSG mencetak rekor, investor asing secara keseluruhan mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp550 miliar pada perdagangan kemarin.
Baca Juga: Banjir Bandang dan Longsor Meluas di Sumut, Pemerintah Gunakan Helikopter untuk Evakuasi
Namun, mereka menunjukkan pola selektif dalam sektor perbankan, memborong saham Bank Mandiri (BMRI) senilai Rp103,2 miliar dan Bank Neo Commerce (BBYB) sebesar Rp15,16 miliar, sambil melepas Bank Rakyat Indonesia (BBRI) hingga Rp531,92 miliar dan Bank Central Asia (BBCA) senilai Rp226,88 miliar.
Sentimen Global dan Domestik Dukung Penguatan
Penguatan IHSG mengikuti reli Wall Street pada Selasa waktu setempat, di mana Dow Jones melompat 1,43%, S&P 500 naik 0,91%, dan Nasdaq menguat 0,67%.
Optimisme pasar dipicu komentar dovish dari sejumlah pejabat The Fed, termasuk Gubernur Christopher Waller yang mendorong pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember.
Baca Juga: Wacana Bahasa Portugis Menggema, Pemerintah Pertimbangkan Bahasa Asing Baru di Sekolah
Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pencapaian IHSG mencerminkan kuatnya fondasi ekonomi Indonesia. "Kalau enggak ada optimisme di perekonomian, itu enggak akan naik ke 8.600," ujar Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian.
Ia menambahkan, investor pasar modal bersifat forward looking dan melihat potensi pertumbuhan ekonomi lebih cepat di masa mendatang berdasarkan kejelasan program pembangunan pemerintah.
Sektor Energi dan Keuangan Pimpin Penguatan
Pada perdagangan kemarin, sektor energi memimpin kenaikan dengan menguat 2,34%, diikuti sektor keuangan yang naik 1,96% dan sektor barang baku 1,68%.
Nilai transaksi mencapai Rp26,73 triliun dengan volume 53,99 miliar lembar saham. Sebanyak 293 saham menguat, sementara 365 saham melemah.