ekonomi

Meski Penutup Tahun IHSG Menguat, Pasar Asia Kurang Bergairah Ternyata Ini Faktornya

Selasa, 5 Desember 2023 | 10:37 WIB
Meski Penutup Tahun IHSG Menguat, Pasar Asia Kurang Bergairah Ternyata Ini Faktornya (Foto: Reuters)

Nasdaq Composite yang sarat akan saham-saham teknologi turun paling tajam mencapai 1,39 persen.

Hal tersebut terjadi lantaran investor menjadi lebih berhati-hati jelang data ketenagakerjaan yang dirilis minggu ini, yang berpotensi mengubah ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunganya awal tahun depan.

Baca Juga: Luis Suarez Dikabarkan Akan Hengkang ke Inter Miami

Indeks utama saham-saham Asia melemah lantaran penguatan harga emas global yang masih terjadi.

Serta reli mata uang kripto, Bitcoin yang terus terjadi sejak awal pekan.

Diketahui arga emas sempat mencapai All Time High (ATH) pada Senin (4/12) pagi di level USD2.133 per troy ons sebelum kembali melandai pada level USD2035 per troy ons pada pagi ini (5/12).

Baca Juga: Diringkus! Salah Satu Oknum Bernama IY Mengaku Sebagai Jaksa di Kejaksaan Agung, Berakhir Ditahan

Emas melonjak lebih dari 2 persen pada sebulan terakhir di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan bulan ini dan dapat mulai menurunkan suku bunga tahun depan.

Dalam enam terakhir, harga emas sudah menguat hampir 5 persen dan secara year to date (YTD) sudah meroket 11,62 persen.

Baca Juga: Dor! Akhir Kisah Dari Pelaku Supri Dalam Kasus KDRT yang Terjadi di Tempilang

Sementara, Bitcoin (BTC) mencapai level tertinggi baru dalam 19 bulan di atas USD42.000 pada Senin 4 Desember 2023 kemarin.

Hal ini dipicu oleh beberapa peristiwa "panic shopping" karena ekspektasi untuk suku bunga yang lebih rendah, keputusan ETF bitcoin yang akan datang, dan aliran ke dana aset digital yang mendukung kenaikan harga kripto.

Baca Juga: Penyerahan 200 Sertifikat Tanah Kepada Masyarakat Bangka Belitung, Ini Harapan Sekda Babel Naziarto

Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini bergerak cepat selama akhir pekan setelah berhasil menembus resistensi signifikan di level USD38.000, yang membatasi harga hampir sepanjang bulan November.

BTC pada Senin sore bertahan di sekitar USD42,000, naik 5.8 persen selama 24 jam terakhir.***

Halaman:

Tags

Terkini