Pada tahun 2022, Indonesia memiliki 523 cabang Starbucks, menempatkannya di urutan ke-10 di dunia dengan jumlah cabang terbanyak
Namun mengalami penurunan penjualan pada kuartal III 2024, yang mana menurut pengamat sebagai imbas isu boikot Pro Israel dalam konflik Gaza
Penjualan makanan Starbucks mengalami penurunan sebesar 10,31% menjadi Rp934,9 miliar, dibandingkan dengan Rp1,04 triliun pada 2023.
Belum ada konfirmasi lebih lanjut tentang nasib para karyawan Starbucks di Indonesia, mengingat juga mengalami penurunan penjualan sangat drastis.
Starbucks mempekerjakan lebih dari 360.000 orang dan mengoperasikan atau memberi lisensi pada lebih dari 40.000 toko di seluruh dunia.
AS merupakan pasar terbesar dan terpentingnya, tetapi mereknya di sana telah menurun dalam beberapa tahun terakhir karena pelanggan mengeluh tentang waktu tunggu yang lama dan harga yang tinggi, dan perusahaan bergulat dengan barista yang mencoba berserikat.
Perusahaan tersebut juga terlibat dalam perdebatan mengenai perang Israel-Gaza, menghadapi seruan boikot dari kubu pro-Israel dan pro-Palestina, meskipun perusahaan tersebut berupaya untuk tetap netral.
Perusahaan itu bulan lalu mengatakan transaksi di toko-toko AS yang buka setidaknya satu tahun turun 8% pada kuartal terakhir, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dorongan untuk menyederhanakan menu menandai pergeseran dari strategi sebelumnya, yang menekankan minuman yang dipersonalisasi.***