Selain terbilang rumit karena memiliki motif yang unik, juga semua tahapannya masih menggunakan cara-cara tradisional dan manual alias dikerjakan dengan tangan (handmade) tanpa bantuan mesin. Di samping itu proses produksinya juga masih bersifat rumahan atau home industry.
Ada beberapa pilihan warna benang yang acap dipakai sebagai bahan tenun seperti benang katun, sutra, marcis, emas, dan perak. Untuk menghasilkan warna pada kain digunakan bahan alami seperti kunyit untuk warna kuning, warna hijau dari pandan.
Atau dari getah tanaman mahoni untuk warna cokelat, warna cokelat muda dari getah kayu jati dan cokelat tanah dari biji asam. Jika ingin mendapatkan warna ungu tinggal merebus dari kulit manggis.
Baca Juga: Menguak Nikmatnya Kopi Liberika Sendoyan Khas Kalimantan Barat
Motif yang digunakan pada kain Sesek bisa berupa lumbung rumah tradisional suku Sasak, aneka biota laut, atau hewan ternak.
Ada juga motif pucuk rebung dan hewan tokek, motif-motif tersebut dipilih karena dekat dengan keseharian suku Sasak.
Dengan tingkat kesulitan tinggi dan diperlukan ketelitian dalam setiap helai benangnya, dalam satu hari seorang perajin hanya mampu menenun kain sepanjang tak lebih dari 15 sentimeter.
Maka dari Itulah mengapa kain tenun Sesek dijual dengan harga relatif mahal, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per helainya.
Semakin rumit motif yang digunakan serta semakin lama proses pembuatannya, tentu harganya akan semakin mahal. Ada nilai seni bercita rasa tinggi serta kerja keras berhari-hari dari sang perajin kain.
Baca Juga: Pisang Mas Kirana, Komoditas Unggulan Lumajang yang Menembus Pasar Global
Kain Sesek tak bisa lepas dari peran perempuan Sasak, konon hanya kaum perempuan yang diperbolehkan menenun kain legendaris ini.
Keahlian membuat kain dilestarikan secara turun-temurun, sejak usia belia, para ibu mengajarkan cara membuat kain kepada anak-anak gadisnya.
Terdapat alasan khusus mengapa para ibu secara khusus mengajarkan cara menenun hanya kepada anak gadisnya.
Kemampuan menenun dari perempuan muda Sasak memiliki makna mendalam.
Mereka baru boleh menikah jika sudah dianggap menguasai keterampilan menenun kain termasuk menyelesaikan pembuatan kain tenun.