edukasi

Apa Itu MIneral Tanah Jarang Atau Rare Earth? Logam Langka yang Jadi Rebutan Dunia

Jumat, 17 Oktober 2025 | 17:16 WIB
Sampel Mineral Tanah Jarang (scitech daily)

KLIK SAJA – Pada era Presiden Jokowi, pemerintah sempat mengklaim Indonesia memiliki cadangan cukup besar Unsur Mineral Tanah Jarang atau Rare Earth di Bangka Belitung.

Dimana sempat dinyatakan bahwa unsur tambang ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Namun kini, santer China mengklaim menguasai dan memonopoli komoditi logam tanah jarang di dunia.

Hal tersebut memang dimaklumi, karena pengolahannya membutuhkan riset dan teknologi yang hanya bisa dilakukan negara maju seperti China.

Lalu, mengapa Unsur Tanah Jarang atau Rare Earth saat ini menjadi primadona komoditi tambang dunia?

Unsur tanah jarang (Rare-Earth Elements/REE), juga dikenal sebagai logam tanah jarang atau rare earths, merupakan kelompok berisi 17 logam berat berwarna keperakan mengilap yang hampir sulit dibedakan satu sama lain.

Kelompok ini terdiri dari 15 unsur lantanida (lanthanoids) ditambah skandium (Sc) dan itrium (Y), yang secara umum dikategorikan sebagai unsur tanah jarang.

Baca Juga: China Kuasai Perdagangan Mineral Tanah Jarang, Ancaman Terhadap Perang Tarif Trump

Senyawa yang mengandung unsur tanah jarang memiliki beragam aplikasi penting dalam kehidupan modern—mulai dari komponen listrik dan elektronik, laser, kaca, material magnetik, hingga berbagai proses industri.

Unsur tanah jarang berbeda dari mineral kritis (critical minerals), yaitu bahan-bahan strategis atau bernilai ekonomi tinggi yang definisinya bisa berbeda-beda di tiap negara.

 “Langka” Tapi Sebenarnya Tidak Langka

Istilah “tanah jarang” sebenarnya menyesatkan. Unsur-unsur ini tidak benar-benar langka, tetapi sulit ditemukan dalam bentuk murni karena selalu terikat dalam senyawa mineral dan rumit untuk dipisahkan serta dimurnikan.

Meski tersebar luas di kerak bumi, unsur tanah jarang biasanya hanya terdapat dalam jumlah sangat kecil (jejak) di berbagai bijih mineral.

Sebagai contoh, unsur serium—salah satu anggota REE—adalah unsur ke-25 paling melimpah di bumi dengan kadar sekitar 68 bagian per juta (ppm), bahkan lebih banyak daripada tembaga.

Halaman:

Tags

Terkini