edukasi

Mengenal Mari Longa, Pahlawan Pemberani Asal Ende, Nusa Tenggara Timur

Jumat, 29 Agustus 2025 | 03:11 WIB
Patung Mari Longa di Ende (berbagai sumber)

KLIK SAJA – Tak banyak yang mengetahui, di tanah Ende, Nusa Tenggara Timur, terdapat kisah perjuangan heroik yang dipimpin pahlawan pemberani melawan penjajah Belanda yang Bernama Mari Longa.

Mari Longa (sekitar 1855–1907) adalah sosok pejuang gagah berani yang namanya begitu lekat dalam ingatan masyarakat Lio, Ende, Nusa Tenggara Timur.

Ia dikenang bukan hanya karena keberaniannya melawan penjajahan Belanda, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap rakyat kecil, sikap egaliter, dan jiwa sosial yang tinggi.

Menurut riwayat, ia bergaul tanpa memandang status, sehingga dihormati sekaligus dicintai oleh banyak orang.

Semasa hidupnya, Mari Longa menikah dengan Nderu Ndoki dan memiliki enam selir: Kapi Mbipi, Weti Nduru, Fai Bilo, Weti Atu, Tidhu, Aru Atu, dan Bela Badjo. Sosoknya yang penuh wibawa tergambar jelas dalam ungkapannya yang terkenal:

“Aku Mari Longa, tak bisa ditebas pedang, keras seperti baja, kuat seperti batu, disentuh tak terasa, digertak tak gentar, tak terseret arus deras.”

Ungkapan itu bukan sekadar kata-kata, tetapi cerminan keberanian dan keteguhan hatinya dalam menghadapi segala bentuk ancaman.

Mari Longa lahir di Watunggere dari pasangan Longa Rowa, seorang panglima besar penjaga perbatasan Tanah Persekutuan Lio Nida, dan Kemba Kore.

Semula ia diberi nama Leba Longa, yang berarti tanaman pare pahit, sebagai harapan agar kelak tumbuh menjadi pribadi tegas.

Namun kerap sakit-sakitan, namanya diganti melalui upacara adat menjadi Mari, diambil dari nama pohon keras yang juga pahit rasanya.

Sejak saat itu, kesehatannya membaik, dan ia tumbuh sebagai anak yang kuat, pemberani, serta menunjukkan bakat kepemimpinan sejak kecil.

Ia belajar memanah, berburu, dan menempa diri bersama warga desa. Pengembaraannya ke berbagai daerah di Flores memperluas pandangannya dan menguatkan tekadnya melawan ketidakadilan, terutama setelah menyaksikan penderitaan rakyat akibat penindasan Belanda.

Jalan Perlawanan

Gerakan perlawanan Mari Longa dimulai pada awal 1890-an. Ia mengajak rakyat dari kampung ke kampung, membangun simpati melalui gerakan moral yang meneguhkan persatuan.

Halaman:

Tags

Terkini