edukasi

Mengenal Duhung, Senjata Tertua Suku Dayak yang Berasal dari Kayangan

Selasa, 26 Agustus 2025 | 21:06 WIB
penampakan senjata Duhung (pariwisata Indonesia)

KLIK SAJA – Selama ini kita mengenal Mandau dan parang yang dikenal luas sebagai senjata tradisional suku Dayak.

Namun, ada satu senjata lain yang tidak kalah penting dan sarat nilai sejarah, yaitu duhung atau sering disebut juga dohong.

Senjata ini diyakini sebagai cikal bakal dari lahirnya berbagai senjata tajam khas Kalimantan, sekaligus menjadi senjata paling tua yang dimiliki oleh suku Dayak Ngaju Ot Danum.

Menurut kepercayaan masyarakat Dayak, duhung sudah tercipta bahkan sebelum manusia hadir di dunia.

Senjata ini diyakini berasal dari alam atas atau kayangan dan diwariskan langsung oleh leluhur Dayak.

Dalam legenda, manusia pertama yang memiliki duhung adalah para leluhur: Raja Sangen, Raja Sangiang, dan Raja Bunu.

Konon, duhung milik Raja Sangen dan Raja Sangiang terbuat dari besi yang dapat mengapung, sementara duhung milik Raja Bunu—yang disebut lenteng—terbuat dari besi yang tidak bisa mengapung.

Raja Bunu inilah yang dipercaya sebagai leluhur manusia pertama suku Dayak, seorang makhluk bernyawa yang bisa mati.

Dalam berbagai cerita tutur, duhung juga disebut sebagai senjata sakti. Salah satunya adalah kisah Sahawong yang berhasil membunuh raja iblis pemangsa manusia dengan menggunakan duhung.

Duhung sejatinya merupakan sejenis senjata tikam jarak dekat dengan bentuk bilah simetris menyerupai mata tombak.

Panjangnya sekitar 50–75 cm, dengan kedua sisi tajam, runcing, dan sedikit melengkung. Senjata ini dilengkapi gagang bulat serta sarung kayu, dan biasanya diselipkan di pinggang.

Pada masa lalu, duhung memiliki banyak fungsi penting dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Senjata ini digunakan untuk berburu dan melindungi diri dari serangan binatang buas, sekaligus dipakai dalam peperangan jarak dekat untuk menghadapi musuh.

Selain itu, duhung juga kerap dimanfaatkan dalam kegiatan bercocok tanam, membantu membuka lahan atau aktivitas pertanian.

Halaman:

Tags

Terkini