edukasi

Mengenal Geofagia, Kebiasaan Unik dan Ekstrem Memakan Tanah

Minggu, 24 Agustus 2025 | 14:06 WIB
ilustrasi kebiasaan Geofagia memakan tanah (hoje makau)

KLIK SAJA – Ada banyak kuliner makanan ekstrem di sekitar kita, namun tidak yang seekstrem kebiasaan memakan tanah.

Kebiasaan unik disebut Geofagia.

Geofagia atau yang juga dikenal sebagai geofagi, adalah praktik sengaja mengonsumsi tanah atau zat mirip tanah, seperti tanah liat, kapur, atau gundukan rayap.

Perilaku ini merupakan bentuk adaptasi yang ditemukan pada banyak hewan non-manusia dan telah terdokumentasi pada lebih dari 100 spesies primata.

Pada primata non-manusia, geofagia umumnya dilakukan untuk melindungi diri dari parasit, menambah asupan mineral, dan membantu metabolisme senyawa beracun yang terkandung dalam daun.

Sementara itu pada manusia, geofagia juga ditemukan, paling sering terjadi pada anak-anak dan wanita hamil pada suku-suku pedalaman Afrika.

Geofagia pada manusia digolongkan sebagai bentuk pica—kondisi di mana seseorang memiliki dorongan kuat untuk mengonsumsi benda-benda non-makanan.

Jika dilakukan di luar norma sosial atau budaya, praktik ini digolongkan sebagai gangguan makan menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).

Dalam beberapa kasus, geofagia berkaitan dengan infeksi cacing tambang. Meski penyebab pastinya masih belum jelas, geofagia diyakini memiliki sejumlah manfaat kesehatan adaptif, namun juga membawa risiko negatif.

Geofagia merupakan perilaku yang luas ditemukan di dunia hewan. Filsuf dan tabib Yunani, Galen, tercatat sebagai orang pertama yang menuliskan pengamatan tentang hewan sakit atau terluka yang memakan tanah liat pada abad ke-2 Masehi.

Fenomena ini ditemukan pada banyak spesies mamalia, burung, reptil, kupu-kupu, dan bahkan isopoda—terutama pada hewan herbivora.

Tanah liat diketahui memiliki efek mikrobiologis yang bermanfaat, misalnya melindungi lambung dari racun, parasit, dan patogen. Selain itu, manusia tidak dapat memproduksi vitamin B12 (kobalamin), sehingga ada dugaan geofagia merupakan bentuk adaptasi perilaku untuk memperolehnya dari bakteri yang ada di tanah.

Kandungan mineral tanah berbeda-beda menurut wilayah, tetapi umumnya kaya akan kalsium, tembaga, magnesium, zat besi, dan seng.

Mineral-mineral ini sangat penting bagi perkembangan janin, sehingga dapat memicu munculnya keinginan aneh (craving) pada ibu hamil, seperti rasa ingin makan tanah, logam, atau bahkan es.

Halaman:

Tags

Terkini