edukasi

Mengenal Selat Hormuz di Iran, Jalur Perdagangan Minyak Laut Tersibuk di Dunia

Senin, 30 Juni 2025 | 22:55 WIB
Posisi strategis Selat Hormuz (global news)

Angka tersebut menunjukkan peran krusial Selat Hormuz dalam rantai pasokan energi global.

Artinya naik turunnya harga minyak dunia sangat bergantung dengan kelancaran jalur laut Selat Hormuz.

Sejarah dan Asal Usul Nama

Selat Hormuz telah menjadi jalur pelayaran penting selama berabad-abad.

Wilayah pedalaman Asia Tengah yang kaya akan komoditas seperti kacang almond, sutra, dan rempah-rempah, kerap mengandalkan Hormuz untuk akses ke pasar internasional.

Bahkan dalam memoar Babur, disebutkan bagaimana barang dagangan dari Ferghana harus diangkut jauh ke selat ini untuk diperdagangkan.

Nama "Hormuz" sendiri memiliki beberapa versi asal usul. Salah satunya berasal dari pelafalan Persia Tengah dari nama dewa Ahura Mazda, tokoh utama dalam agama Zoroaster.

Versi lain menyebut bahwa nama tersebut berasal dari kata Hur-Muz yang berarti "Tempat Kurma", atau dari bahasa Yunani hormos yang berarti "teluk".

Ada pula teori yang mengaitkan nama tersebut dengan Ifera Hurmiz, ibu dari Raja Shapur II dari Kekaisaran Persia.

Dalam kisah perjalanan musafir terkenal, Ibnu Batuta kerap menjelaskan secara detail betapa pentingnya Selat Hormuz dalam jalur perdagangan jaman klasik.

Jalur yang Tidak Pernah Ditutup

Meskipun wilayah Timur Tengah kerap dilanda konflik, Selat Hormuz tidak pernah ditutup, bahkan hingga pertengahan tahun 2025, saat konflik Israel-Iran melanda.

Hal ini menjadikannya sangat berbeda dari Selat Tiran, yang pernah ditutup dalam sejarah konflik kawasan.

Kapal-kapal yang melewati selat ini wajib mematuhi ketentuan lintas transit sebagaimana diatur dalam Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS).

Meskipun tidak semua negara telah meratifikasi konvensi ini, aturan lintas transit secara umum diakui secara internasional, termasuk oleh negara-negara seperti Amerika Serikat.***

Halaman:

Tags

Terkini